Tampilkan postingan dengan label Teater Musik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Teater Musik. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 02 Juni 2012

Gabungan 2 Boyband AS Sukses Goyang Ancol

Dua boyband asal AS, New Kids On The Block (NKOTB) dan Backstreet Boys (BSB) atau yang lebih dikenal dengan sebutan NKOTBSB seakan terlahir kembali ketika mereka bergoyang dan bernyanyi di atas panggung Mata Elang International Stadium (MEIS), Ancol, Jakarta Utara, Jumat (1/6/2012). "Jakarta malam ini seru sekali bukan? Malam ini seperti tahun 1989 saja. Dan sampai sekarang sudah banyak petualangan yang kami lewati, tapi kami seakan baru saja memulai petualangannya," ujar Jordan Knight mewakili Joey McIntyre, Donnie Wahlberg, Danny Wood, dan Jonathan Knight di NKOTB sebelum lagu populer mereka, "Tonight" mengajak para "ABG 1990an" bergoyang. Ini bukan histeria pertama yang tercipta MEIS semalam. Sejak awal pertunjukan NKOTB yang membuka konser dengan lagu "Summertime" langsung disambut riuh rendah sebelum jatah panggung bergeser ke BSB, yang kini tinggal dihuni Brian Littrell, Nick Carter, A.J McLean, dan Howie Dorough, dengan lagu "The Call". NKOTB dan BSB silih berganti menguasai panggung. Masing-masing mengajak penggemarnya bernostalgia dengan lagu-lagu yang pernah populer antara 1984-1994 seperti "Dirty Dancing" dan "You Got It" dari NKOTB yang populer di 1998. Sementara BSB dengan "Get Down" dan "Larger Than Life". Lagu-lagu kalem seperti "Valentine Girl" dan "Don't Go Girl" dari NKOTB pun ikut menggoda para penonton. Tak kalah serunya, BSB yang mengenakan setelan jas dan celana putih membuat penonton histeris tak karuan di lagu "Show Me The Meaning", dan "Ten Thousand Promises". "Jakarta apa kalian senang malam ini? Kami NKOTBSB senang berada di Jakarta malam ini. Kalian punya perempuan-perempuan yang luar biasa. Kami memerlukan kalian untuk membantu kami (BSB) di atas sini," seru Dorough sebelum para personel BSB memilih empat perempuan untuk menjadi pasangan di lagu "I'll Never Break Your Heart". Lagu itu seakan membuat penonton perempuan yang tak terpilih menjadi gerah lantaran keempat personel BSB bertekuk lutut di akhir lagu. "Kalian senang? Mau lagi?" seru Carter ketika menggulirkan "Drowing" dan "Incomplete". Setelahnya, panggung kembali menjadi milik NKOTB. Lagu "Step By Step" yang paling populer selama perjalanan karier NKOTB sebagai boyband akhirnya dikumandangkan dengan aransemen musik yang tak menghilangkan warna synthesyzer 1990an. Tak hanya wanita, penonton pria pun ikut histeris di bagian aksi panggung Jordan. Tak sekadar bernyanyi, dengan koreografi yang apik NKOTB menyajikan sesuatu yang berbeda dari Wahlberg yang tahun ini genap berusia 44 tahun. "Jakarta, aku cinta kamu," seru Wahlberg lantang sambil memamerkan otot-ototnya yang masih kekar di antara lagu "Cover Girl" dan "My Favorite Girl". Berikutnya BSB mengajak penggemar untuk menikmati lagu-lagu Top 40 dari era 1995 sampai 1997, yang antara lain; "Shape of My Heart", "As Long as You Love Me", "All I Have to Give", "Backstreet Back", hingga "Quit Playing Games With My Heart" sebelum "I'll Be Loving You" (NKOTB), dan "I Want it That Away" (BSB) bergantian memanjakan penonton. Berikutnya, kolaborasi NKOTBSB yang paling dinantikan akhirnya tercipta di hadapan penonton. "Terimakasih sudah menunggu BSB sekian lama, dan menunggu NKOTB sekian lama. Apa kalian mau New Kids kami ajak lagi ke atas?" kata Littrell mengawali kolaborasi NKOTBSB untuk lagu "Don't Turn The Light's On" dan memungkasi aksi panggung dengan lagu "Hangin Tough" (NKOTB) dan "Everybody" yang dikombinasikan para personel NKOTB yang berbusana batik di akhir pertunjukan. Boyband asal Amerika Serikat, New Kids On The Block (NKOTB) dan Backstreet Boys (BSB) menggelar konser di MEIS, Ancol, Jakarta, malam ini, Jumat 1 Juni 2012. Konser yang bertajuk "One Night, One Stage" ini sudah dipadati ribuan penggemar. Hal itu terlihat dari jalanan yang padat mulai pintu masuk Ancol. Konser dimulai tepat waktu, pukul 20.00 WIB. Karena itu, banyak penonton yang terlambat dan berlari-lari memasuki tempat konser. Meski sempat menyatakan bubar, pesona kedua boyband ini masih tetap dinantikan para penggemar di Indonesia. Hena salah satunya, ia datang bersama sepupunya. Dia sudah menanti aksi NKOTB selama 20 tahun. Ia ingin sekali menyaksikan NKOTB membawakan lagu berjudul "Hangin’ Tough". Tak hanya Hena, beberapa artis ternama seperti Andi Soraya, Project Pop, Rachel Maryam, hingga Wulan Guritno juga hadir dalam konser ini. Sebelumnya, NKOTB datang ke Indonesia pada 1992. Saat itu, kedatangan mereka mampu menghipnotis penggemar, yang rata-rata kaum wanita. Dengan gaya panggung yang menawan, konser NKOTB saat itu di Istora Senayan, Jakarta, berlangsung meriah. Sementara itu, Backstreet Boys manggung di Jakarta pada 2008 di Plenary Hall, Jakarta Convention Center.(viva/kmp.c)

Kamis, 31 Mei 2012

Kartika Wang, Penyanyi Jebolan Cheng Sing Competition 2008 Indosiar

Seperti wajahnya yang cantik dan postur yang ideal, orang pasti wajar menilai dia pantas seorang artis. Padahal Kartika Wang memang seorang artis. Walau belum tenar seperti artis kebanyakan. Setidaknya di kalangan artis penyanyi lagu-lagu Mandarin di seluruh Indonesia, pasti mengenal nama Kartika Wang yang akrab disapa Tika. Apalagi Tika merupakan jebolan pemenang pemilihan artis penyanyi Mandarin bertajuk Cheng Sing Mandarin Singing Competition 2008 Indosiar atau Indonesian Idol-nya Indosiar, tahun 2008. Gadis lajang yang kini tergabung dalam Komunitas Penyanyi Mandarin Indonesia (KPMI) ini, bukan saja menjadi juara pertama dalam ajang pemilihan penyanyi Mandarin atas pilihan masyarakat lewat poling SMS, tapi juga merebut kategori juara favorit yang berdasarkan pemilihan umum. Sejak ikut acara itulah, namanya meroket di kalangan komunitas penyanyi Mandarin dan sebagian masyarakat Indonesia, terutama suku Tionghoa. “Saya sejak umur lima tahun sudah sering ikut lomba-lomba nyanyi. Tidak saja lomba nyanyi Mandarin, tapi lagu umum. Juara pertama saya di ajang Kijang Auto 2000 tahun 2003 di Surabaya, Jawa Timur, saya merebut juara III. Sebenarnya awal mula saya mengenal dunia tarik suara ketika mengisi acara hari ulang tahun anak-anak di Surabaya. Saya ikut grup badut yang biasa mengisi acara hari ulang tahun anak dan saya di posisi sebagai penyanyi. Dari sini saya jadi sering mendapat panggilan untuk menyanyi,” papar Kartika Wang, penyanyi Mandarin dan mahasiswa di sela-sela latihan bersama Teater Kolom di kawasan Grogol, Jakarta Barat, baru-baru ini. Sampai masuk SMP, lanjut Tika, terus ke SMA dimulai terjun sebagai penyanyi free lance di berbagai acara pernikahan alias wedding dan pesta-pesta lain, termasuk pesta hari ulang tahun. “Saya tak bisa melupakan awal saya bergabung di grup badut. Karena itu, sejarah pertama kali dan kesempatan besar saya menjadi penyanyi, seperti sekarang. Karena saya, jadi sering di panggilan pada acara-acara hotel, restoran, dan pesta-pesta dalam rangka tertentu. Karir saya boleh dibilang terus berkembang dari HUT ke wedding. Apalagi dunia wedding cukup luas. Sehingga menyebarnya nama saya begitu cepat dan jadwal menyanyi tidak berhenti,” papar Tika, anak 4 dari enam bersaudara, kelahiran Surabaya, Jawa Timur pada 9-9-1990, pukul 07.00 WIB. Dari eksistensi itulah, dirinya langsung berani ikut ajang Chen Sing Mandarin Singing Competition, tahun 2008 di Indosiar. “Waktu itu, jumlah pesertanya ratusan remaja pria dan wanita. Kami datang dari berbagai daerah di Indonesia. Ini acara semacam Indonesian Idol. Karena itu, begitu saya lolos ke Jakarta, saya di karantina selama dua bulan untuk betul-betul menjadi penyanyi Mandarin profesional. Setelah saya jadi jaura satu dan favorit, saya dapat hadiah beasiswa kuliah di Universitas Bunda Maria (UBM, red) mengambil jurusan ilmu komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Selain itu, saya pun dikontrak oleh Cheng Sin selama dua tahun untuk mengisi acara-acara off air,” kenang Tika, anak dari pasangan orangtua Ardiantik Kusuma dengan Mulijati Hadijanto. Kedua orangtuanya adalah wiraswasta dan masih tetap tinggal di Jakarta. Karena mendapat juara dan dikontrak kerja sebagai pemenang itulah, maka akhirnya Tika tidak menyia-nyiakan kesempatan. Meskipun risikonya harus pindah ke Jakarta meninggalkan oangtuanya. Untungnya kedua orangtua mendukung. Apalagi setelah melihat ada beasiswa kuliah dan pada Mei 2012 ini, dalam hitungan Tika, dirinya akan diwisuda untuk sarjana Strata satu S.kom. “Karena dikontrak kerja, tentu saya harus meninggalkan Surabaya. Apalagi harus kuliah juga. Ini kesempatan yang tak mungkin saya sia-siakan. Utamanya dapat beasiswa belajar yang selalu jadi dambaan banyak anak-anak remaja. Setelah lulus tahun ini, tahun ini juga saya berencana mengambil kuliah lagi S1 untuk jurusan Bahasa dan Budaya China di UBM. Karena dalam jurusan ini ada pematangan untuk berbahasa Mandarinnya,” harap wanita yang keturunan orangtua asal Pontianak, Kalimantan Barat. Diakuinya, selama ini dia memang tidak fasih berbahasa Mandarin. Dia hanya bisa menyanyi berbahasa Mandarin. Karena itulah, dirinya bertekad memperdalam bahasa Mandarin. “Saya tidak mau ambil kursus. Karena tidak efektif. Belajar bahasa itu, menurutku harus setiap hari. Jadi cepat fasih. Selain itu, kita bisa dapat banyak manfaat dari kelulusan sarjananya. Selain buat bekerja, tapi juga lebih elegan,” pungkasnya. Kontrak yang diterima Kartika Wang bukan saja, sebagai pemenang dalam Cheng Sing Mandarin Singing Competition 2008 di Indosiar, tapi sekaligus kontrak kerja sebagai management artis baginya kelak. Sehingga Tika, bisa terus melanjutkan karir sebagai penyanyi, terutama Mandarin setelah habis masa kontrak selama satu tahun sebagai penyandang pemenang dalam kompetisi semacam Indonesian Idol Indosiar. Selama berada di bawah naungan management artis, Tika tidak lagi menyanyi berdasarkan panggilan kecil. Tapi untuk mengisi acara-acara besar, seperti di televise, mengisi acara-acara event property atau sejenisnya, termasuk acara Tahun Baru. Baik Tahun Baru nasional maupun Tahun Baru Imlek. Bahkan job menyanyi di seluruh Indonesia, tidak di Jakarta saja. Job menyanyi off air ini sesuai kontrak kerja di bawah manajemen artis Cheng Sing. Diakuinya, untuk bisa menembus menyanyi on air di televise sulit diterima. Pasalnya dirinya masih identik sebagai penyanyi Mandarin. Sementara jarang sekali stasiun televise menampilkan on air maupun of air untuk Mandarin. Tapi bukan tidak pernah. Kalau bertepatan dengan acara-acara terkait perayaan warga Tionghoa, seperti Tahun Baru Imlek dan sejenisnya dia tetap dapat kesempatan on air. “Saya pernah tampil di Metro TV dalam acara Cap Go Meh, SCTV, dan paling sering di DAAI TV. Karena memang ini stasiun TV-nya warga Tionghoa. Jadi bukan tidak pernah saya tampil on air juga,” pujinya. Tak hanya menyanyi, Tika mulai menjajal bakat aktingnya. Walau tidak berani langsung ke dunia sinetron maupun film, tapi lewat pertunjukkan drama. Yang terbaru, Tika ikut menjadi pemeran pembantu dalam pentas drama musical bertajuk Cinta yang diselenggarakan KPMI. “Sekarang saya lagi latihan bersama penyanyi senior Titiek Puspa untuk pertunjukan musical berjudul Semut Merah Semut Hitam, pada 17-20 Juni 2012. Selain itu, saya juga masuk grup Teater Kolom. Grup ini bukan teater komersil, tapi nonprofit. Sehingga saya memanfaatkan untuk betul-betul bisa belajar akting. Karena grup ini sering juara Festival Teater Jakarta dan sudah pengalaman pentas ke beberapa kota, seperti Medan, Jogjakarta, dan Banten. Jadi bersama Teater Kolom saya pentasnya tidak menyanyi, tapi betul-betul jadi manusia (actor, red). Saya berharap begitu saya terjun acting (sinetron dan film,red) tidak lagi bermasalah dalam akting. Ini beda dengan sejumlah artis yang sudah terjun ke sinetron maupun film, baru masuk teater,” ujar Tika yang kental aksen dialog Jawa-nya. Makanya, lanjutnya, biarpun berlatih teater bersama Teater Kolom malah keluar uang, tapi dia merasa puas. Karena tujuannya menjadikan Teater Kolom sebagai laboratorium belajar akting secara rutin. “Kalau belajar acting secara formal tentu makan waktu dan biaya, tapi kalau bersama teater Kolom tentu tidak. Saya malah sudah dikenalkan naskah, seperti naskah drama Semangka yang Dikuburkan karya Sam Shepard. Ini naskah drama yang menguras intelektual untuk bisa mewujudkan akting. Makanya, biar saya tidak main, tapi saya tetap rajin datang setiap jadwal latihan. Kebetulan, teater Kolom mempunyai jadwal khusus bagi pendatang baru untuk materi latihan dasar atau basic,” puji Tika, lulusan Universitas Bunda Maria (UBM), Jakarta jurusan Ilmu Komunikasib tahun 2012. Sejak pindah dan menetap di Jakarta, ada perasaan yang sulit bagi Kartika Wang. Yaitu berpisah dengan ibunya. Karena itulah, demi meniti karirnya di bidang entertainment, gadis lajang yang akrab disapa Tika ini selalu melakukan komunikasi lewat ponselnya. Selain itu, setiap bulan mereka pasti bertemu. Kalau tidak ibunya yang bernama Mulijati Hadijanto yang dating ke Jakarta, giliran Tika yang pulang ke kampong. Diakuinya, kalau dirinya yang pulang ke kampong bisa sekalian lepas kangen dengan anggota keluarga besarnya. Tika yang terlahir sebagai anak ke 4 dari 6 bersaudara mengaku sudah mendapatkan ijin dan dukungan dari orangtuanya untuk terjun sebagai public figure. Apalagi ada satu kakaknya yang bekerja di kantoran menjadi teman hidupnya selama di Jakarta. Sehingga orangtuanya tidak begitu khawatir membiarkan anaknya bebas. Apalagi orangtuanya menyadari hanya Tika dari keenam anaknya yang menekuni dunia keartisan. “Intinya orangtua tetap menginginkan anak-anaknya memiliki pendidikan. Nah, saya sudah mendapatkan sarjana komunikasi dan akan wisuda, pada Nopember 2012 nanti. Tapi saya sudah lulus. Sekarang saya malah mau kuliah lagi ambil sarjana bahasa Mandarin. Tentu orangtua saya mendukung dan member kepercayaan pada saya untuk tinggal lebih lama di Jakarta,” ungkap Kartika Wang, penyanyi Mandari di sela-sela latihan Semut Merah Semut Hitam garapan penyanyi senior Titik Puspa di kawasan Senayan, Jakarta Selatan, kemarin. Bakat menyanyi Tika diakui berasal dari ibunya. Tapi ibunya hanya sebatas sebagai penyanyi di rumah. Artinya tidak sampai menjadi penyanyi kebanyakan yang pentas dari panggung ke panggung. Kedua orangtuanya hanya wiraswasta di Surabaya, Jawa Timur. “Sebenarnya saya tidak punya keturunan menyanyi dari mana-mana. Tapi memang mama saya bisa nyanyi, tapi nyanyi di kamar mandilah. Nah, saya punya kelebihan sendiri. Makanya, saying untuk tidak dimanfaatkan potensi bakat ini. Dukungan orangtua saya saya pun kelihatan waktu memfasilitasi saya sejak kecil dengan mengantar ikut lomba atau menyanyi dari satu panggung ke panggung lain,” kenangnya sambil tertawa. Ditanya alasannya mau kuliah bahasa Mandarin, Tika mengatakan, keluarga besarnya tidak ada yang bisa berbahasa Mandarin. Karena memang tidak pernah ada yang mau belajar. Justru mereka lebih bisa berbahasa Jawa. Karena di rumah mereka lebih sering menggunakan bahasa Jawa. Sedangkan dirinya bisa sampai menang lomba menyanyi lagu Mandarin karena belajar dari nonton CD. Kebetulan dari kecil pun sering dapat tawaran, paling tidak, satu lagu untuk menyanyi lagu Mandarin. “Sebenarnya saya penyanyi lagu umum, tapi karena lebih terkenal sebagai penyanyi Mandarin, ya, saya syukuri dan kembangkan. Namun ke depannya, tentu saya tidak akan terus focus sebagai penyanyi Mandarin. Saya mau bisa nyanyi lagu umumm,” harapnya. Soal dirinya tidak pindah management agar bisa lebih cepat bekembang sebagai artis, Tika mengatakan, niat kea rah sana sudah ada. Tapi karena menyadari kualitas dirinya masih minim, dia belum percaya diri. “Saya di managemen Cheng Sin, sebenarnya dapat pelatihan acting dari Ari Tulang yang kondang dan untuk vocal dengan kak Dian HP yang terkenal juga. Tapi soal karir saya tidak mau buru-buru,” pungkasnya. (ers)

Senin, 02 April 2012

Penyanyi Religi Maher Zain Telurkan Forgive Me


Penyanyi Maher Zain kembali menyapa penggemarnya di Indonesia. Kali ini ia memperkenalkan album baru bertajuk "Forgive Me" yang akan diluncurkan bun ini. Single terbaru dalam album tersebut berjudul "Number One For Me". Siaran pers Sony Music Entertainment Indonesia menyebutkan kali ini Maher Zain menghadirkan karya lagu berirama pop dengan pesan positif yang lebih universal, tidak hanya bisa dinikmati umat Muslim saja. Dengan tema yang universal ini, Maher berharap akan lebih banyak orang yang menerima pesan-pesan positif dalam lagu-lagunya.
Managing Director Sony Music Entertainment Indonesia, Toto Widjojo mengungkapkan Maher Zain adalah penyanyi yang telah membawa harum dunia lagu pop muslim di dunia. Album perdananya yang berjudul 'Thank You Allah' mencatat prestasi sebagai album internasional terlaris sepanjang 2011 dengan sertifikasi 20 kali Platinum. "Di Indonesia, kehadirannya juga diterima secara luas oleh masyarakat," katanya.
Buktinya, lanjut Totok, Maher Zain tercatat sebagai artis internasional dengan penjualan album terbanyak pda 2011 di Indonesia. Dalam Album "Forgive Me", Maher akan menghadirkan 14 lagu. Dua lagu diantaranya berbahasa Indonesia dan dalam salah satu lagunya Maher menghadirkan suara bayinya.
Selain promosi album baru, Maher juga akan membintangi sebuah serial TV berjudul "Insha Allah--Find My Way".
Serial TV ini merupakan kerjasama Sony Music Entertainment Indonesia dengan DNA Production. Rencananya serial ini akan ditayangkan pada Ramadhan tahun ini di salah satu stasiun TV swasta.
(R022). Sukses dengan album perdananya "Thank You Allah", Maher Zain menelurkan album kedua dengan judul "Forgive Me" pada 2 April 2012. Album baru ini menghadirkan 14 lagu, termasuk dua lagu dalam bahasa Indonesia. Di album barunya ini, ia menampilkan hit single bertajuk "Number One for Me". Ia mempersembahkan lagu itu untuk semua ibu di dunia.

Dinyanyikan dengan tema pop, lagu ini memiliki pesan yang positif dan tak hanya ditujukan untuk kaum muslim. Pendengar non-Muslim pun bisa menikmati lagu ini karena bertema universal. Album perdananya yang bertema islami membuatnya menjadi artis internasional dengan penjualan album terbanyak tahun 2011 di Indonesia. Managing Director Sony Music Entertainment Indonesia, Toto Widjojo, mengatakan, dengan tema yang universal dan pesan positif, Maher Zain menggapai lebih banyak penggemar dari semua kalangan. Penyanyi yang kondang dengan lagunya Insha Allah, Maher Zain, kembali datang ke Jakarta. Dalam kicauannya di Twitter, Maher mengaku telah tiba di Jakarta. ''Jakarta, Jakarta!! Im back :))) me and my brother @wassimMalak #fb.''

Maher sendiri mengaku datang bersama saudara laki-lakinya. Dalam foto yang diunggah ke Twitter, Maher dan saudaranya terlihat berada di dalam sebuah mobil. Berwajah cerah, Maher tampak mengacungkan jempolnya. Namun, Maher tidak merinci lebih lanjut. Di Indonesia, nama Maher melambung berkat tembang "Insha Allah". Bahkan, Maher Zain mendapat penghargaan 10 Platinum Awards dari Sony Music Indonesia. Penghargaan itu didapuk atas keberhasilan penjualan album "Thank You, Allah".

Album baru dari penyanyi Maher Zain kembali dirilis di tanah air. Album berjudul Forgive Me tersebut diluncurkan April tahun ini dengan single andalan Number One For Me. Tidak seperti di album-album sebelumnya, di album terbaru Maher Zain kali ini, syair lagunya berisi pesan positif yang lebih universal sehingga tidak hanya bisa dinikmati umat Muslim saja. Dengan tema yang universal ini, Maher berharap akan lebih banyak orang dan tidak hanya umat Islam saja yang menerima pesan-pesan positif dalam lagu-lagunya.
Managing Director Sony Music Entertainment Indonesia, Toto Widjojo mengungkapkan Maher Zain adalah penyanyi yang telah membawa harum dunia lagu pop muslim di dunia. Album perdananya yang berjudul Thank You Allah mencatat prestasi sebagai album internasional terlaris sepanjang 2011 dengan sertifikasi 20 kali Platinum. "Di Indonesia, kehadirannya juga diterima secara luas oleh masyarakat. Ini terbukti albumnya merupakan album terlaris dari artis internasional di Indonesia," katanya, Minggu (1/4). (ant/rpl)

Senin, 19 Maret 2012

Dianggap Haram, Konser Lady Gaga Tetap Jalan

Dianggap Haram, Konser Lady Gaga Tetap Jalan

Penyanyi eksentrik Lady Gaga tak lama lagi akan menggelar konsernya di Jakarta 3 Juni 2012 mendatang. Namun di tengah persiapannya muncul kabar bahwa penampilan Gaga tampil di atas panggung dianggap haram oleh salah satu pimpinan Majelis Ulama Indonesia.
Gaga memang kerap tampil eksentrik dan seksi dalam setiap penampilannya. Dandanannya yang sering nyeleneh, seringpula menjadi sorotan. Namun, meski salah satu pimpinan MUI menganggap haram penampilan Gaga untuk ditonton oleh sejumlah masyarakat, Promotor Konser Lady Gaga, Big Daddy menyatakan bahwa pelantun tembang 'Poker Face' itu tetap akan tampil di Jakarta.
Presiden Direktur Big Daddy, Michael Rusli mengungkapkan pihaknya sudah memprediksi akan adanya kabar tersebut. "Ya kalau soal haram enggak haram itu kan opini sendiri,semua orang bebas berpendapat," ujar Michael saat dihubungi VIVAnews, Senin 19 Maret 2012.
Mengenai penampilan Gaga yang kerap kali menuai kontroversi, Big Daddy Live Concert selaku promotor memastikan bahwa Gaga akan tetap tampil di Indonesia. Namun, tidak seperti konsernya di Eropa, saat konsernya digelar di panggung Stadion Utama Gelora Bung, Gaga akan tampil dengan kostum yang berbeda.
"Lady Gaga memang artis yang fenomenal. Enggak mungkin dia manggung pakai sarung. Karena fenomenalnya itulah dia bisa seperti sekarang. Yang pasti kostumnya di seluruh negara Asia akan lebih konservatif,"ujarnya.
Michael juga mengungkapkan jika konser Gaga nantinya dicekal, ia siap menghadapinya, "Asal harus jelas alasannya kenapa. sampai sekarang belum ada yang minta penjelasan baik dari promotor maupun artis management. Jadi jangan alasan enggak jelas terus dicekal."tuturnya.
Sebelumnya ramai diberitakan media massa, salah seorang pimpinan MUI menyatakan penampilan Gaga di atas panggung dengan segala atraksinya haram ditonton oleh umat muslim. Alasannya normatif, yaitu karena dinilai mengumbar aurat dan gerakannya yang merangsang lawan jenis dan bisa merusak moral bangsa.
Menanggapi hal ini Michael kembali menambahkan, tak ada pengaruh mengenai kabar itu terhadap antusias dari para Little Monster (sebutan penggemar Lady Gaga). "Enggak ada ya pengaruhnya, 44 ribu tiket kita jual semuanya ludes. Masih banyak yang nyari sampai sekarang," tambahnya.
Lady Gaga bukan hanya akan tampil di Indonesia. Setelah menggelar konsernya di Jakarta, Gaga juga dijadwalkan konser di Korea Selatan, Hong Kong, Jepang, Thailand, Singapura, Selandia Baru, dan Australia.

Ketua MUI Anggap Nonton Konser Lady Gaga Haram
Penyanyi Lady Gaga terkenal selalu tampil eksentrik dan seksi dalam setiap penampilannya di atas panggung. Tak jarang konser Gaga mendapat tanggapan miring dari beberapa pihak, termasuk Ketua Majelis Ulama Indonesia Khalil Ridwan.
Menurut Khalil, pertunjukan musik Gaga dengan segala atraksinya di atas panggung tidak pantas ditonton banyak orang muslim. Apalagi busana yang dikenakan pelantun 'Born This Way' itu dianggap terlalu seksi. "Alasannya normatif, yaitu mengumbar aurat dan gerakan yang merangsang lawan jenis," ujar Khalil mengungkapkan alasannya mengharamkan nonton konser Gaga.
"Bisa merusak moral bangsa," lanjutnya. Rencananya, Lady Gaga akan menggelar konser di Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta Selatan pada 3 Juni mendatang. Sebanyak 40 ribu tiket yang disediakan promotor Big Daddy ludes terjual. (viva/dtc)

Sabtu, 17 Maret 2012

Ratusan Penyanyi Mandarin Juara Dunia Mengeluh

Pengurus KPMI gelar jumpa pers terkait terbentuknya wadah KPMI itu.

Banyak kalangan Tionghoa tidak tahu, apalagi mendengar banyak penyanyi Mandarin Indonesia yang menjadi juara di kancah dunia. Bahkan ada yang sampai tiga empat kali juara lomba menyanyi Mandarin di luar negeri dengan membawa nama bangsa Indonesia. Berangkat dari keluhan itulah, ratusan penyanyi Mandarin Indonesia berinisiatif membentuk wadah bernama KPMI (Komunitas Penyanyi Mandarin Indonesia), pada 26 Agustus 2011 lalu.

Tujuan pembentukan ini semata-mata untuk menunjukkan bahwa banyak penyanyi Mandarin Indonesia yang sudah mengharumkan nama bangsa Indonesia, seperti ke Taiwan, Tiongkok, Malaysia, Taiwan, Singapura bahkan Australia. Jadi KPMI ini diharapkan bisa meningkatkan eksistensi mereka. Karena kegiatan-kegiatan dari program KPMI akan menampilkan penyanyi-penyanyi Mandarin yang tergabung dalam KPMI.

“Bentuk acaranya mungkin Charity dan Reality Show. Bisa juga acara besar seperti pementasan drama yang akan berlangsung di auditorium Unversitas Bunda Maria, Ancol, Sabtu (17/3, red). Sehingga diharapkan penyanyi-penyanyi Mandarin Indonesia yang mengharumkan nama besar bangsa dapat dikenal lebih luas di Tanah Air-nya. Ini sebagaimana keluhan-keluhan mereka yang tidak mendapat perhatian masyarakat Indonesia,” ungkap Michael Go, ketua umum KPMI sekaligus produser pementasan drama musical yang tentu diselenggarakan KPMI bertajuk Cinta, pada saat gladik resik, di auditorium UBM, kawasan Ancol, kemarin.

Inisiatif Michael Go itu lantaran dirinya memang punya hobi menyanyi bahkan pernah menyabet juara lomba nyanyi Mandarin tingkat Nasional di Jakarta, sekitar tujuh tahun lalu. “KPMI nantinya tidak mewadahi penyanyi-penyanyi yang sudah punya level juara, tapi seluruh penyanyi Mandarin di Indonesia. Karena pasar untuk penyanyi Mandarin Indonesia relatif kurang mendapat tempat di masyarakat Indonesia. Kan, lucu, kalau orang Indonesia bikin acara memanggil penyanyi Mandarin dari luar, seperti Taiwan. Padahal kita punya penyanyi yang juara dunia di Taiwan,” papar seorang pengusaha otomotif dan restoran.

Sebaliknya penyanyi Mandarin Indonesia, lanjut dia, malah sering dipanggil ke luar negeri untuk mengisi acara tertentu. Bahkan tak jarang diminta mengisi acara di stasiun televisi, seperti di China, Taiwan, atau Malaysia. “Tapi begitu balik ke Indonesia, ternyata tidak ada yang mem-publish. Mungkin karena alasan inilah, mereka antusias membentuk wadah. Penyanyi Mandarin Indonesia ini bukan dari Jakarta saja, tapi ada dari Jogjakarta, Medan, Surabaya, Jambi, dan lainnya. Sekarang jumlahnya ratusan,” tukasnya.

Soal kemungkinan KPMI menjadi manajemen artis bagi anggotanya, Michael membantah. KPMI hanya memprogramkan mereka untuk tampil. “Kami bahkan tidak menyalurkan mereka harus tampil di mana. Karena rata-rata sudah punya manajemen sendiri. Paling kita bikin acara nanti bekerjasama dengan televisi untuk siaran langsung, misalnya,” pungkasnya. (tim)

Jumat, 09 Maret 2012

Hari Musik Nasional, JFlow Tak Pusingkan Pembajakan



Hari Musik Nasional diperingati setiap tanggal 9 Maret sejak 2003 lalu digagas oleh Persatuan Artis Pencipta Lagu dan Penata Musik Rekaman Indonesia (PAPPRI). Daripada memusingkan pembajakan, rapper Joshua Matulessy atau JFlow berharap agar profesi musisi lebih dihargai. Yang dimaksud pelantun 'We Are One' itu bukan soal membeli musik bajakan, karena sekuat apapun seorang musisi melindungi musiknya, kebocoran di internet tetap tidak terbendung.

Ia justru lebih berharap agar profesi musisi dianggap lebih 'penting', terutama untuk aliran musik JFlow yang bukan musik mainstream. Caranya, dengan memberikan kebebasan berekspresi bagi para musisi agar bisa tampil maksimal.

"Musik berbeda-beda genre, caranya juga berbeda. Untuk menampilkan musik gue yang maksimal kadang butuh audio yang seperti ini, visual yang begini, tapi kadang-kadang nggak diakomodir sama penyelenggara," ujar rapper kelahiran 8 April itu kepada detikHot, Jumat (9/3/2012).

"
Ada yang pernah bilang ke gue, 'kalau nggak mau, masih banyak penyanyi lain'. Nah, di situ gue menganggap kurang dihargai, mungkin musik gue yang kurang dihargai. Padahal gue mau menampilkan musik gue secara maksimal," paparnya.

Untuk JFlow yang terbiasa bekerja dengan bujet terbatas, pembajakan tidak terlalu berpengaruh bagi dirinya. Ia justru menggratiskan beberapa lagunya di internet sebagai upaya untuk perkenalan 'produk'. "Nah, ketika mereka mulai menyukai lagu gue, pasti mereka akan tertarik membeli album fisik," tuturnya.

Ternyata, strateginya itu cukup efektif. Pada September 2011 lalu, JFlow mengumumkan pre-order album keduanya #dreambrave, dan langsung disambut 600 pesanan dalam waktu kurang dari satu bulan.

Ketika ia merilis albumnya itu dua bulan setelahnya, 1.000 kopi album yang ia cetak, langsung ludes. Menurut JFlow, penjualan album keduanya itu justru lebih bagus daripada album pertamanya yang ia pasarkan di toko musik. “Dari gratisin lagu di internet itu juga makin banyak yang tahu lagu gue, tawaran manggung off air juga," ucap rapper yang memiliki 33.493 followers di Twitter itu.

Yang terbaru, JFlow juga terlibat dalam penggarapan lagu boyband 'SM*SH', dan remake lagu Bebi Romeo berjudul 'Cinta Cuma Satu' untuk girlband 7 Icons. Dia juga telah mendapatkan pesanan lagu dari dua boy band baru. "Dengan berbagi, jadi banyak berkah lain buat gue," tandasnya.

Lagu Barry Likumahuwa

Band Barry Likumahuwa Project (BLP) kembali dengan album repackage bertajuk 'Generasi Synergy'. Tak hanya itu, mereka juga membuat lagu 'La La La' yang dipersembahkan untuk permainan Angry Bird. Setelah lagu dibuat, BLP pun kini sedang mengajukan lagu tersebut untuk jadi theme song Angry Bird di Indonesia. BLP sempat memperkenalkannya dalam ajang 'Java Jazz Festival' pekan lalu. Band yang digawangi Barry Likumahuwa (bass), Henry Budidharma (gitar), Dennis Junio (alto saxophone), Donny Joesran (kibord/piano) dan Jonas Wang (drum) itu mengemas lagu tersebut dalam balutan musik jazz dan funk. Mereka sangat yakin lagu tersebut cocok untuk Angry Bird.

Soal album, BLP membuat banyak ekplorasi dalam album repackage 'Synergy' ini. Mereka juga melakukan banyak perubahan dengan kolaborasi bersama banyak musisi seperti Coboy Jr., Christopher Nelwan, Aiko, Boys II Boys, Soulmate, Super K dan Ivan Handojo. "Kami mencoba mengeksplorasi lebih jauh akar-akar musik bangsa kita, melihat kemungkinan kolaborasi yang lebih luas lagi di masa depan," ujar Barry kepada detikHOT. (dtc)

Kamis, 23 Februari 2012

Musisi yang Tampil di Java Jazz 2012

Musisi yang Tampil di Java Jazz 2012

Kamis, 16 Februari 2012. International Djarum Super Mild Java Jazz Festival 2012 sebentar lagi akan segera digelar. Untuk lebih mengingatkan siapa saja yang akan tampil di Java Jazz besok, Anda dapat menyimak ulasan berikut. Jakarta International Djarum Super Mild Java Jazz Festival 2012, rencananya akan diselenggarakan di JI EXPO, Kemayoran, Jakarta pada tanggal 2-4 Maret 2012 mendatang.
Artis-artis pengisi ajang jazz terbesar se-Asia Tenggara tersebut pun sangat menarik, dan berbeda dari tahun sebelumnya. Java Jazz akan menampilkan para musisi legendaris jazz seperti Herbie Hancock, Pat Metheny, dan Ron Carter dengan Juilliard Jazz Quartet. Ditambah lagi Al Jarreau, Phil Perry, Bobby McFerrin, Joey DeFrancesco, George Duke Trio, David Sanborn, Poncho Sanchez Latin Jazz Band, Sheila E. & Escovedo Family Band, hingga legenda musik Stevie Wonder, dan ratu musik neo-soul, Erykah Badu.
Untuk Anda yang mencari musik bergaya soul-funk, Anda bisa menyaksikan penampilan Medeski Martin & Wood, Robert Randolph and the Family Band, Frank McComb, Soil & Pimp Session, dan Mamas Gun. Masih ada juga nama Mayer Hawthorne & the County, Simon Grey, Dave Koz dan D’Sound yang tak kalah menarik perhatian. Dalam ajang ini juga akan ada persembahan khusus, yakni 'Tribute to Bing Slamet & Sam Saimun'. Persembahan khusus untuk dua tokoh musisi Indonesia tersebut akan dihadiri oleh Bob Tutupoly, Titiek Puspa, dan Grace Simon. Bukan hanya itu saja, ada acara yang dipersembahkan khusus untuk Benyamin Sueb dan Utha Likumahuwa.
Untuk anak-anak muda penggemar jazz, Anda akan dihibur oleh grup jazz fusion yang kini sedang naik daun, yakni Barry Likumahuwa Project (BLP). Penampilan BLP kali ini akan berbeda dengan biasa, sebab mereka bakal tampil bersama Ricky Lionardi Big Band, sebuah format grup jazz yang justru klasik.
Yang tidak kalah seru adalah, tahun ini Jakarta International Djarum Super Mild Java Jazz Festival 2012 akan menampilkan penampilan Twilite Orchestra pimpinan Addie MS dengan Symphony Jazz. Jika Anda tidak ingin ketinggalan menyaksikan penampilan dari para musisi di atas, kosongkan jadwal pada 2-4 Maret 2012, dan langsung datang ke JI EXPO Kemayoran, Jakarta. (okezone)

Selasa, 21 Februari 2012

'Atlantis', Album Terbaru D'Cinnamons

'Atlantis', Album Terbaru D'Cinnamons

"Kami mules-mulesnya sejak dari tahun 2008 terus baru mau lahir sekarang."
Lama tak terdengar kabarnya, grup musik D'Cinnamons akan merilis album baru bertajuk 'Atlantis'. Jarak waktu peluncuran 'Atlantis' dengan album sebelumnya memang cukup lama. Band yang terbentuk tahun 2004 ini terakhir kali merilis album berjudul 'Good Morning' pada 2007.

"Ini memang kelamaan sih. Kami mules-mulesnya sejak dari tahun 2008 terus baru mau lahir sekarang," kata vokalis D'Cinnamons, Dodo, kepada VIVAnews.com di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat.

Album yang rencananya dirilis bulan depan itu berisi sepuluh lagu di antaranya 'Lovely Friends' dan 'Teman Hidup'. Lagu itu juga sempat mengisi soundtrack salah satu film Indonesia. Mereka mengakui proses pengumpulan materi untuk album 'Atlantis' berjalan selama setahun.

"Di album kedua ini ada Andi Rianto juga yang jadi music director kita. Pastinya akan berbeda jadi banyak akustik full orchestra gitu deh," kata pemilik nama lengkap Diana Widoera itu.

Dodo menuturkan, album ini juga lebih dewasa ketimbang lagu-lagu mereka sebelumnya. "Saya nyanyinya kalau dulu kan kayak marah-marah. Sekarang lebih dewasa, lebih tertahan emosinya," kata pelantun 'Ku Yakin Cinta' itu.

Masuknya Nana sebagai pemain bass baru di D'Cinnamons yang menggantikan Laut, ikut memberikan warna berbeda. "Yang pasti album ini jadi lebih kaya. Karena Nana kan background-nya dari anak metal juga ya. Pokoknya nge-rock gitu. Kolaborasi rock akustik jadi lebih ramai dan powerfull," ujar Bonaventura, gitaris D'Cinnamons.

Judul album 'Atlantis' sengaja diambil dari salah satu judul lagu di album ini. "Itu lagu yang pertama kita take. Sekarang kita bertiga juga menciptakan lagu. Jadi warna dari masing-masing personel tuh keluar," ujar pria berkacamata itu.

D'Cinnamons adalah salah satu grup musik Indonesia yang mengusung konsep berbeda. Kehadirannya di tahun 2007 mampu membawa angin segar bagi industri musik Tanah Air. Setelah merilis album pertamanya di awal 2007, D'Cinnamons yang awalnya terdiri dari Dodo, Bonaventura dan Laut merilis soundtrack film 'Cintapuccino' dengan hits single 'Selamanya Cinta'. Lagu ini mengantarkan mereka meraih piala Indonesian Movie Award sebagai soundtrack terfavorit 2008.

Pada awal 2009, D'Cinnamons yang hanya tinggal dua personel, yaitu Dodo dan Bona mengeluarkan cover version hits single 'Galih Dan Ratna' yang pernah dipopulerkan oleh penyanyi Chrisye. Mereka kembali membawakan lagu 'Damai Tapi Gersang', sebuah lagu yang populer di tahun 1970-an, dengan versi D'Cinnamons.
Group musik beraliran akuistik, D'Cinnamons, berencana mengeluarkan album terbaru mereka bertajuk 'Atlantis'.

Dalam album kedua ini, group yang terdiri atas Diana Widoera alias Dodo (lead vocals dan acoustic guitar), Ismail Bonaventura alias Bona (acoustic guitar dan backing vocal), dan Riana Mayasari alias Nana (bassist) tetap mengambil konsep akustik tanpa drum, tapi ditambah dengan nuansa orkestra di dalamnya.

''Kami tertantang, bagaimana agar orkestra itu keseret ke akustik, jangan sampai ke pop,'' kata Dodo saat ditemui dalam acara Final Round of Soundsitive di La Piazza, Kelapa Gading, Jakarta, Minggu 20 Maret 2011.

Dodo menuturkan, konsep dalam album itu berasal dari Bona. Ia menjelaskan, nama album yang diambil dari salah satu judul lagu itu mengisahkan usaha seorang profesor yang menyelamatkan sebuah daerah berjuluk 'Atlantis'.

''Saya kemarin beli buku. Teorinya bahwa Atlantis itu di Indonesia, jadi Indonesia adalah pembawa peradaban,'' urai Bona.

Selain itu, band yang terinspirasi John Mayer, Alanis Morissette, dan Dave Matthews Band dalam bermusik ini mengambil langkah yang sedikit berbeda dalam album barunya.
Sebelumnya, selalu ada nuansa cinta dalam lagu-lagunya. Namun, kali ini mereka meninggalkan mainstream tersebut. Sayangnya, pelantun Galih dan Ratna karya Guruh Soekarnoputra ini belum bersedia memberikan penjelasan lebih jauh.

''Kami nggak akan banyak lagu cinta di album ini,'' ujar Dodo. (umi-VIVAnews)
Geliat Grup Musik Gambang Kromong di Momen Cap Go Meh Makin Laris dan Berjaya Setelah Budaya Tionghoa tak  Dipasung

Geliat Grup Musik Gambang Kromong di Momen Cap Go Meh Makin Laris dan Berjaya Setelah Budaya Tionghoa tak Dipasung

Perayaan cap go meh (perayaan 15 hari setelah tahun baru Imlek) di Indonesia seringkali diramaikan musik gambang kromong. Kedekatan musik gambang kromong dan perhelatan cap go meh tidak bisa dipisahkan dari sejarah bahwa musik itu merupakan bentuk akulturasi budaya yang lekat dengan masyarakat Tionghoa peranakan.

Saat ini di Jakarta, ada sekitar 30 grup musik gambang kromong, baik yang baru maupun yang sudah lama. Salah satu grup musik gambang kromong yang memiliki perjalanan cukup panjang, yaitu grup musik gambang kromong Sinar Purnama pimpinan Liem Tjeng Hay.

Grup musik yang sudah ada sejak era 1960an itu sudah mengalami pasang surut. Maklum, keberadaan gambang kromong tidak bisa dilepaskan dari perkembangan budaya Tionghoa yang sempat terpasung selama puluhan tahun.

’’Dulu (era orba) kami memang sempat kesulitan nanggap (mengadakan pertunjukan). Tapi sekarang sudah semakin baik. Bahkan orderan juga makin banyak,’’ ungkap Ahok Djunaedi, wakil pimpinan grup musik gambang kromong asal Pondok Gede itu saat ditemui usai pertunjukan di Jakarta, belum lama ini.

Pada momen tahun baru Imlek sampai cap go meh ini, dirinya mengaku sudah berkali-kali manggung di berbagai tempat. ’’Kalau biasanya di acara pernikahan saja, sekarang sudah bisa manggung di panggung Balai Sarbini,’’ tuturnya tidak bisa menyembunyikan rasa bangganya.

Meski sudah pernah tampil di berbagai kelas panggung, mengenai tarif, dirinya mengaku tidak terlalu memberi patokan. Semua, sambungnya, tergantung kebutuhan dan kemampuan orang yang mengorder.

’’Kalau cuma tim kita saja, paling Rp 3-4 juta. Tapi kalau ada yang punya permintaan-permintaan khusus, seperti memanggil pelawak (lenong), harganya bisa lebih tinggi,’’ ulasnya singkat.

Sebagai lelaki Tionghoa yang lahir dan besar di Jakarta, dia juga mengakui bahwa musik gambang kromong merupakan bentuk akulturasi budaya Tionghoa dan lokal. Hingga saat ini pun, anggota grup musiknya merupakan perpaduan etnis Betawi dan Tionghoa.

’’Lagu-lagu yang kita bawakan juga nggak melulu lagu Betawi. Selain lagu ciptaan Benyamin S, kita juga sering bawain lagu bernuansa Mandarin. Biasanya kalau nanggap di acara orang Tionghoa, kita bawain lagu itu,’’ jelasnya sambil menyebut judul lagu Dayung Sampan sebagai salah satu lagu bernuansa Mandarin dan dikenal masyarakat Tionghoa. (tim redaksi)

Jumat, 30 Desember 2011

Pentas Musik Hip Hop dan Puisi

Pentas Musik Hip Hop dan Puisi

Musik hip hop dan pembacaan puisi merupakan jenis atraksi seni yang bertolak belakang. Tapi siapa sangka bahwa musik hip hop yang hingar bingar bisa terdengar indah saat dipadukan dengan pembacaan puisi yang seringkali khidmat.

Kolaborasi atraksi dua jenis seni yang bertolak belakang tersebut belum lama ini digelar di Yogya Nasional Museum dikawasan Wirobrajan, Yogyakarta.

Kendati tampak berbeda, namun sebenarnya lirik puisi dan lirik musik hip hop tidak jauh berbeda. Keduanya memiliki rima.

Di Yogyakarta, musik hip hop yang kental dengan nuansa afro Amerika diserap dan diubah oleh sejumlah musisi musik hip hop dengan menggunakan bahasa Jawa dan berinstrumen gamelan.

Pencetus pagelaran bertema Musim Semi Para Penyair ini adalah Budayawan Yogyakarta Butet Kertaredjasa dan sejumlah senias Indonesia yakni Ria Irawan, Rieke Diah Pitaloka, Happy Salma, Garin Nugroho dan Hanung Bramantyo.

Mereka membacakan puisi dan sajak, karya penulis Indonesia sambil diselingi iringan musik hip hop.

Selain menampilkan kolaborasi musik hip hop dan puisi, acara ini juga menampilkan seni grafiti dan mural yang kerap dipandang negatif oleh banyak orang. Mereka menghias latar panggung dengan lukisan khas tembok jalanan.

Pagelaran kolaborasi ini adalah yang kedua kalinya digelar dengan tujuan memberikan ruang pada perbedaan dalam dunia seni dan semangat saling menghargai sesama seniman. (tim)

Kamis, 29 Desember 2011

Minggu, 25 Desember 2011

Jazz Buzz: Dewa Budjana

Jazz Buzz: Dewa Budjana

Penonton akan disuguhi format band jazz yang tidak biasa dalam program ini. Ada empat musisi yang akan tampil menggunakan instrumen yang jarang dipadukan dalam komposisi musik jazz: misalnya gitar dan cello, atau marimba dan kontrabass. Format band yang eksperimental ini juga menuntut para musisi membawakan karya-karya baru yang dibuat khusus untuk tiap pertunjukan. Akan tampil berbagai warna dan suara jazz yang unik dan berbeda dari yang biasa dipentaskan selama ini.
Budjana
Dewa Budjana
Dikenal sebagai gitaris yang memiliki kegemaran terhadap beragam jenis musik, Dewa Budjana tergabung dalam band pop Gigi, Trisum, dan Java Jazz. Untuk pertama kalinya Budjana akan tampil dengan format kuartet akustik, dan berkolaborasi dengan seorang pesinden, Sruti Respati. Dalam pertunjukan ini, instrumen yang digunakan adalah gitar, perkusi, seruling, dan bass.
Jazz Buzz: Dony Koeswinarno

Jazz Buzz: Dony Koeswinarno

Penonton akan disuguhi format band jazz yang tidak biasa dalam program ini. Ada empat musisi yang akan tampil menggunakan instrumen yang jarang dipadukan dalam komposisi musik jazz: misalnya gitar dan cello, atau marimba dan kontrabass. Format band yang eksperimental ini juga menuntut para musisi membawakan karya-karya baru yang dibuat khusus untuk tiap pertunjukan. Akan tampil berbagai warna dan suara jazz yang unik dan berbeda dari yang biasa dipentaskan selama ini.
Donny
Dony Koeswinarno
Dalam pertunjukan ini, Dony Koeswinarno tampil bersama kelompok musik yang ia dirikan, Telon. Dibentuk pada awal 2010, kelompok ini memainkan karya sendiri yang mengandung beragam unsur musik. Para musisi yang terlibat memiliki latar belakang musik berbeda-beda sehingga karya yang dihasilkan kelompok ini banyak meramu dan mencampurkan beragam unsur musik dan bebunyian. Alat musik yang akan digunakan adalah flute/saxophone, marimba dan kontrabass.

Musik
Jazz Buzz
Teater Salihara | Sabtu, 28 Januari 2012, 20:00 WIB
HTM Rp 75.000,- | Mahasiswa/Pelajar Rp 35.000,-

Selasa, 08 November 2011

Pengenalan Musik Nusantara dari Dokumen Audio-visual

Serambi Salihara

Lokakarya Musik Tradisi
Setiap Sabtu, 12, 19, 26 November, 03 Desember 2011, 15:00 WIB

Jelajah Musik, Jelajah Budaya Indonesia
Instruktur: Endo Suanda, Rizaldi Siagian, Agus Nur Amal
Serambi Salihara
Terbuka untuk umum |  Pendaftaran paling lambat 11 November 2011

Sabtu 12 November 2011, 15:00 WIB
Pengenalan Musik Nusantara dari Dokumen Audio-visual
Musik Tradisional
Musik telah menjadi bagian kebudayaan sejak lama, dan berkelindan dengan sistem sosial dan spiritual di Nusantara. “Membaca” musik dapat menjadi salah satu upaya untuk memahami Indonesia dan keragaman budaya yang kita miliki. Untuk dapat “membaca” musik, kita memerlukan seperangkat “lensa pandang” berupa koridor metodologis yang tumbuh dari pengetahuan dan pengalaman.
Bengkel musik tradisi ini disampaikan secara interaktif-partisipatif yang meramu antara gagasan dan praktek, memberikan pengalaman mendengar, melihat, merasa, berbuat.
Endo Suanda adalah penari dan pemusik tradisional, etnomusikolog dan pemerhati/peneliti kesenian. Agus Nur Amal, atau PM Toh, adalah aktor yang banyak memberikan pelatihan berkesenian dengan pendekatan multi-dimensi, antara cerita, gerak, dan bunyi. Rizaldi Siagian adalah musisi dan etnomusikolog. Lokakarya ini akan berlangsung dalam bahasa Indonesia.

Konser Musik Pastoral

Konser Musik
Pastoral
Komposer: Ananda Sukarlan, Betty Beath, Jarrad Powell, Tony Prabowo
Teks: Goenawan Mohamad
Konduktor: Avip Priatna
Koreografer: Fitri Setyaningsih
Penampil: Adelaide Simbolon, Aning Katamsi, Batavia Mandrigal Singers, Binu D Sukaman, Momenta Quartet (New York), Hari Santosa, Nyak Ina 'Ubiet' Raseuki
Teater Salihara | Kamis-Jumat, 29-30 September 2011, 20:00 WIB | (dur: 70” - intermission: 10”)
HTM Rp 100.000,- | Pelajar/Mahasiswa Rp 50.000,- (tempat terbatas)
Quartet
Konser musik ini mempersembahkan beragam komposisi musik yang dibuat oleh komposer Indonesia dan manca negara, yang mengacu pada puisi-puisi gubahan Goenawan Mohamad—dan puisi berjudul “Pastoral”, yang komposisi musiknya dibuat oleh Tony Prabowo, dipilih menjadi judul keseluruhan pertunjukan ini. “Pastoral”, yang kali ini akan dibawakan oleh Momenta Quartet, sudah pernah dipentaskan diberbagai tempat, di antaranya di Kuendouri-Classics, Tokyo Yamate Kyokai, Tokyo, Jepang (2006), Graha Bhakti Budaya, Jakarta (2006), National Museum of Singapore (2007). Selain “Pastoral”, Tony juga membuat beberapa komposisi lain, misalnya komposisi untuk koor berdasarkan puisi Goenawan yang bertajuk “Tentang Pantai” dan “Doa Persembunyian”; sedangkan “Funeral Pyre”, dibuat Tony untuk vokal—yang akan dinyanyikan oleh Nyak Ina Raseuki—viola dan pre-recorded tape.
Pastoral
Ada pula Ananda Sukarlan, yang membuat komposisi berdasarkan empat puisi Goenawan, seperti “Sajak untuk Bungbung” dan “Perjalanan Malam”. Keempat puisi yang dipilih oleh Ananda menceritakan tentang kekhawatiran dan menghasilkan melodi yang menghipnotis. Komposisi Betty Beath, komposer dan pianis asal Australia, juga akan dibawakan. Salah satu karya Beath yang akan dimainkan adalah komposisi yang berdasarkan puisi “Asmaradana”—mengenai kepiluan Anjasmara ketika harus melepas kekasihnya, Damarwulan, ke medan perang. Selain itu, komposisi karya Jarrad Powell, “Goro-Goro”, yang pertama kali digubah untuk opera kontemporer Kali, turut pula dimainkan dalam konser musik kali ini.

Pastoral

Konser Pemenang Lomba Komposisi Musik Berdasarkan Budaya Musik Nusantara


Konser Musik
Sabtu, 26 November 2011, 19:00 WIB
Konser Pemenang Lomba Komposisi Musik Berdasarkan Budaya Musik Nusantara
Teater Salihara
HTM Rp 50.000,- | Mahasiswa/Pelajar Rp 25.000,-
Sejak awal tahun ini, Komunitas Salihara membuka ruang bagi kemunculan penciptaan musik baru di kalangan komposer muda Indonesia melalui Sayembara Komposisi Musik Baru Berdasarkan Budaya Musik Nusantara. Sayembara ini, sebuah proyek kerja sama Komunitas Salihara dan Hivos, diperuntukkan bagi komposer yang berusia tidak lebih dari 40 tahun. Keragaman musik tradisional Nusantara dipilih untuk menjadi sumber ilham penciptaan maupun pengolahan musik dalam sayembara ini.
Konser ini–yang sekaligus merupakan malam pemberian hadiah untuk para pemenang Sayembara–akan menampilkan sejumlah karya terbaik pilihan Dewan Juri.