Sabtu, 02 Juni 2012
Kamis, 31 Mei 2012
Kartika Wang, Penyanyi Jebolan Cheng Sing Competition 2008 Indosiar
Senin, 02 April 2012
Penyanyi Religi Maher Zain Telurkan Forgive Me

Penyanyi Maher Zain kembali menyapa penggemarnya di
Managing Director Sony Music Entertainment Indonesia, Toto Widjojo mengungkapkan Maher Zain adalah penyanyi yang telah membawa harum dunia lagu pop muslim di dunia. Album perdananya yang berjudul 'Thank You Allah' mencatat prestasi sebagai album internasional terlaris sepanjang 2011 dengan sertifikasi 20 kali Platinum. "Di Indonesia, kehadirannya juga diterima secara luas oleh masyarakat," katanya.
Buktinya, lanjut Totok, Maher Zain tercatat sebagai artis internasional dengan penjualan album terbanyak pda 2011 di
Selain promosi album baru, Maher juga akan membintangi sebuah serial TV berjudul "Insha Allah--Find My Way".
Serial TV ini merupakan kerjasama Sony Music Entertainment Indonesia dengan DNA Production. Rencananya serial ini akan ditayangkan pada Ramadhan tahun ini di salah satu stasiun TV swasta.
(R022). Sukses dengan album perdananya "Thank You Allah", Maher Zain menelurkan album kedua dengan judul "Forgive Me" pada
Dinyanyikan dengan tema pop, lagu ini memiliki pesan yang positif dan tak hanya ditujukan untuk kaum muslim. Pendengar non-Muslim pun bisa menikmati lagu ini karena bertema universal. Album perdananya yang bertema islami membuatnya menjadi artis internasional dengan penjualan album terbanyak tahun 2011 di
Maher sendiri mengaku datang bersama saudara laki-lakinya. Dalam foto yang diunggah ke Twitter, Maher dan saudaranya terlihat berada di dalam sebuah mobil. Berwajah cerah, Maher tampak mengacungkan jempolnya. Namun, Maher tidak merinci lebih lanjut. Di Indonesia, nama Maher melambung berkat tembang "Insha Allah". Bahkan, Maher Zain mendapat penghargaan 10 Platinum Awards dari Sony Music
Album baru dari penyanyi Maher Zain kembali dirilis di tanah air. Album berjudul Forgive Me tersebut diluncurkan April tahun ini dengan single andalan Number One For Me. Tidak seperti di album-album sebelumnya, di album terbaru Maher Zain kali ini, syair lagunya berisi pesan positif yang lebih universal sehingga tidak hanya bisa dinikmati umat Muslim saja. Dengan tema yang universal ini, Maher berharap akan lebih banyak orang dan tidak hanya umat Islam saja yang menerima pesan-pesan positif dalam lagu-lagunya.
Managing Director Sony Music Entertainment Indonesia, Toto Widjojo mengungkapkan Maher Zain adalah penyanyi yang telah membawa harum dunia lagu pop muslim di dunia. Album perdananya yang berjudul Thank You Allah mencatat prestasi sebagai album internasional terlaris sepanjang 2011 dengan sertifikasi 20 kali Platinum. "Di Indonesia, kehadirannya juga diterima secara luas oleh masyarakat. Ini terbukti albumnya merupakan album terlaris dari artis internasional di Indonesia," katanya, Minggu (1/4). (ant/rpl)
Senin, 19 Maret 2012
Dianggap Haram, Konser Lady Gaga Tetap Jalan
Gaga memang kerap tampil eksentrik dan seksi dalam setiap penampilannya. Dandanannya yang sering nyeleneh, seringpula menjadi sorotan. Namun, meski salah satu pimpinan MUI menganggap haram penampilan Gaga untuk ditonton oleh sejumlah masyarakat, Promotor Konser Lady Gaga, Big Daddy menyatakan bahwa pelantun tembang 'Poker Face' itu tetap akan tampil di Jakarta.
Presiden Direktur Big Daddy, Michael Rusli mengungkapkan pihaknya sudah memprediksi akan adanya kabar tersebut. "Ya kalau soal haram enggak haram itu kan opini sendiri,semua orang bebas berpendapat," ujar Michael saat dihubungi VIVAnews, Senin 19 Maret 2012.
Mengenai penampilan Gaga yang kerap kali menuai kontroversi, Big Daddy Live Concert selaku promotor memastikan bahwa Gaga akan tetap tampil di Indonesia. Namun, tidak seperti konsernya di Eropa, saat konsernya digelar di panggung Stadion Utama Gelora Bung, Gaga akan tampil dengan kostum yang berbeda.
"Lady Gaga memang artis yang fenomenal. Enggak mungkin dia manggung pakai sarung. Karena fenomenalnya itulah dia bisa seperti sekarang. Yang pasti kostumnya di seluruh negara Asia akan lebih konservatif,"ujarnya.
Michael juga mengungkapkan jika konser Gaga nantinya dicekal, ia siap menghadapinya, "Asal harus jelas alasannya kenapa. sampai sekarang belum ada yang minta penjelasan baik dari promotor maupun artis management. Jadi jangan alasan enggak jelas terus dicekal."tuturnya.
Sebelumnya ramai diberitakan media massa, salah seorang pimpinan MUI menyatakan penampilan Gaga di atas panggung dengan segala atraksinya haram ditonton oleh umat muslim. Alasannya normatif, yaitu karena dinilai mengumbar aurat dan gerakannya yang merangsang lawan jenis dan bisa merusak moral bangsa.
Menanggapi hal ini Michael kembali menambahkan, tak ada pengaruh mengenai kabar itu terhadap antusias dari para Little Monster (sebutan penggemar Lady Gaga). "Enggak ada ya pengaruhnya, 44 ribu tiket kita jual semuanya ludes. Masih banyak yang nyari sampai sekarang," tambahnya.
Lady Gaga bukan hanya akan tampil di Indonesia. Setelah menggelar konsernya di Jakarta, Gaga juga dijadwalkan konser di Korea Selatan, Hong Kong, Jepang, Thailand, Singapura, Selandia Baru, dan Australia.
Ketua MUI Anggap Nonton Konser Lady Gaga Haram
Penyanyi Lady Gaga terkenal selalu tampil eksentrik dan seksi dalam setiap penampilannya di atas panggung. Tak jarang konser Gaga mendapat tanggapan miring dari beberapa pihak, termasuk Ketua Majelis Ulama Indonesia Khalil Ridwan.
Menurut Khalil, pertunjukan musik Gaga dengan segala atraksinya di atas panggung tidak pantas ditonton banyak orang muslim. Apalagi busana yang dikenakan pelantun 'Born This Way' itu dianggap terlalu seksi. "Alasannya normatif, yaitu mengumbar aurat dan gerakan yang merangsang lawan jenis," ujar Khalil mengungkapkan alasannya mengharamkan nonton konser Gaga.
"Bisa merusak moral bangsa," lanjutnya. Rencananya, Lady Gaga akan menggelar konser di Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta Selatan pada 3 Juni mendatang. Sebanyak 40 ribu tiket yang disediakan promotor Big Daddy ludes terjual. (viva/dtc)
Sabtu, 17 Maret 2012
Ratusan Penyanyi Mandarin Juara Dunia Mengeluh
Pengurus KPMI gelar jumpa pers terkait terbentuknya wadah KPMI itu.Banyak kalangan Tionghoa tidak tahu, apalagi mendengar banyak penyanyi Mandarin Indonesia yang menjadi juara di kancah dunia. Bahkan ada yang sampai tiga empat kali juara lomba menyanyi Mandarin di luar negeri dengan membawa nama bangsa
Tujuan pembentukan ini semata-mata untuk menunjukkan bahwa banyak penyanyi Mandarin Indonesia yang sudah mengharumkan nama bangsa Indonesia, seperti ke Taiwan, Tiongkok, Malaysia, Taiwan, Singapura bahkan Australia. Jadi KPMI ini diharapkan bisa meningkatkan eksistensi mereka. Karena kegiatan-kegiatan dari program KPMI akan menampilkan penyanyi-penyanyi Mandarin yang tergabung dalam KPMI.
“Bentuk acaranya mungkin Charity dan Reality Show. Bisa juga acara besar seperti pementasan drama yang akan berlangsung di auditorium Unversitas Bunda Maria, Ancol, Sabtu (17/3, red). Sehingga diharapkan penyanyi-penyanyi Mandarin Indonesia yang mengharumkan nama besar bangsa dapat dikenal lebih luas di Tanah Air-nya. Ini sebagaimana keluhan-keluhan mereka yang tidak mendapat perhatian masyarakat Indonesia,” ungkap Michael Go, ketua umum KPMI sekaligus produser pementasan drama musical yang tentu diselenggarakan KPMI bertajuk Cinta, pada saat gladik resik, di auditorium UBM, kawasan Ancol, kemarin.
Inisiatif Michael Go itu lantaran dirinya memang punya hobi menyanyi bahkan pernah menyabet juara lomba nyanyi Mandarin tingkat Nasional di Jakarta, sekitar tujuh tahun lalu. “KPMI nantinya tidak mewadahi penyanyi-penyanyi yang sudah punya level juara, tapi seluruh penyanyi Mandarin di Indonesia. Karena pasar untuk penyanyi Mandarin Indonesia relatif kurang mendapat tempat di masyarakat
Sebaliknya penyanyi Mandarin Indonesia, lanjut dia, malah sering dipanggil ke luar negeri untuk mengisi acara tertentu. Bahkan tak jarang diminta mengisi acara di stasiun televisi, seperti di
Soal kemungkinan KPMI menjadi manajemen artis bagi anggotanya, Michael membantah. KPMI hanya memprogramkan mereka untuk tampil. “Kami bahkan tidak menyalurkan mereka harus tampil di mana. Karena rata-rata sudah punya manajemen sendiri. Paling kita bikin acara nanti bekerjasama dengan televisi untuk siaran langsung, misalnya,” pungkasnya. (tim)
Jumat, 09 Maret 2012
Hari Musik Nasional, JFlow Tak Pusingkan Pembajakan
Hari Musik Nasional diperingati setiap tanggal 9 Maret sejak 2003 lalu digagas oleh Persatuan Artis Pencipta Lagu dan Penata Musik Rekaman Indonesia (PAPPRI). Daripada memusingkan pembajakan, rapper Joshua Matulessy atau JFlow berharap agar profesi musisi lebih dihargai. Yang dimaksud pelantun 'We Are One' itu bukan soal membeli musik bajakan, karena sekuat apapun seorang musisi melindungi musiknya, kebocoran di internet tetap tidak terbendung.
Ia justru lebih berharap agar profesi musisi dianggap lebih 'penting', terutama untuk aliran musik JFlow yang bukan musik mainstream. Caranya, dengan memberikan kebebasan berekspresi bagi para musisi agar bisa tampil maksimal.
"Musik berbeda-beda genre, caranya juga berbeda. Untuk menampilkan musik gue yang maksimal kadang butuh audio yang seperti ini, visual yang begini, tapi kadang-kadang nggak diakomodir sama penyelenggara," ujar rapper kelahiran 8 April itu kepada detikHot, Jumat (9/3/2012 ).
"Ada yang pernah bilang ke gue, 'kalau nggak mau, masih banyak penyanyi lain'. Nah, di situ gue menganggap kurang dihargai, mungkin musik gue yang kurang dihargai. Padahal gue mau menampilkan musik gue secara maksimal," paparnya.
Untuk JFlow yang terbiasa bekerja dengan bujet terbatas, pembajakan tidak terlalu berpengaruh bagi dirinya. Ia justru menggratiskan beberapa lagunya di internet sebagai upaya untuk perkenalan 'produk'. "Nah, ketika mereka mulai menyukai lagu gue, pasti mereka akan tertarik membeli album fisik," tuturnya.
Ternyata, strateginya itu cukup efektif. Pada September 2011 lalu, JFlow mengumumkan pre-order album keduanya #dreambrave, dan langsung disambut 600 pesanan dalam waktu kurang dari satu bulan.
Ketika ia merilis albumnya itu dua bulan setelahnya, 1.000 kopi album yang ia cetak, langsung ludes. Menurut JFlow, penjualan album keduanya itu justru lebih bagus daripada album pertamanya yang ia pasarkan di toko musik. “Dari gratisin lagu di internet itu juga makin banyak yang tahu lagu gue, tawaran manggung off air juga," ucap rapper yang memiliki 33.493 followers di Twitter itu.
Yang terbaru, JFlow juga terlibat dalam penggarapan lagu boyband 'SM*SH', dan remake lagu Bebi Romeo berjudul 'Cinta Cuma Satu' untuk girlband 7 Icons. Dia juga telah mendapatkan pesanan lagu dari dua boy band baru. "Dengan berbagi, jadi banyak berkah lain buat gue," tandasnya.
Lagu Barry Likumahuwa
Soal album, BLP membuat banyak ekplorasi dalam album repackage 'Synergy' ini. Mereka juga melakukan banyak perubahan dengan kolaborasi bersama banyak musisi seperti Coboy Jr., Christopher Nelwan, Aiko, Boys II Boys, Soulmate, Super K dan Ivan Handojo. "Kami mencoba mengeksplorasi lebih jauh akar-akar musik bangsa kita, melihat kemungkinan kolaborasi yang lebih luas lagi di masa depan," ujar Barry kepada detikHOT. (dtc)
Kamis, 23 Februari 2012
Musisi yang Tampil di Java Jazz 2012
Kamis, 16 Februari 2012. International Djarum Super Mild Java Jazz Festival 2012 sebentar lagi akan segera digelar. Untuk lebih mengingatkan siapa saja yang akan tampil di Java Jazz besok, Anda dapat menyimak ulasan berikut. Jakarta International Djarum Super Mild Java Jazz Festival 2012, rencananya akan diselenggarakan di JI EXPO, Kemayoran, Jakarta pada tanggal 2-4 Maret 2012 mendatang.
Artis-artis pengisi ajang jazz terbesar se-Asia Tenggara tersebut pun sangat menarik, dan berbeda dari tahun sebelumnya. Java Jazz akan menampilkan para musisi legendaris jazz seperti Herbie Hancock, Pat Metheny, dan Ron Carter dengan Juilliard Jazz Quartet. Ditambah lagi Al Jarreau, Phil Perry, Bobby McFerrin, Joey DeFrancesco, George Duke Trio, David Sanborn, Poncho Sanchez Latin Jazz Band, Sheila E. & Escovedo Family Band, hingga legenda musik Stevie Wonder, dan ratu musik neo-soul, Erykah Badu.
Untuk Anda yang mencari musik bergaya soul-funk, Anda bisa menyaksikan penampilan Medeski Martin & Wood, Robert Randolph and the Family Band, Frank McComb, Soil & Pimp Session, dan Mamas Gun. Masih ada juga nama Mayer Hawthorne & the County, Simon Grey, Dave Koz dan D’Sound yang tak kalah menarik perhatian. Dalam ajang ini juga akan ada persembahan khusus, yakni 'Tribute to Bing Slamet & Sam Saimun'. Persembahan khusus untuk dua tokoh musisi Indonesia tersebut akan dihadiri oleh Bob Tutupoly, Titiek Puspa, dan Grace Simon. Bukan hanya itu saja, ada acara yang dipersembahkan khusus untuk Benyamin Sueb dan Utha Likumahuwa.
Untuk anak-anak muda penggemar jazz, Anda akan dihibur oleh grup jazz fusion yang kini sedang naik daun, yakni Barry Likumahuwa Project (BLP). Penampilan BLP kali ini akan berbeda dengan biasa, sebab mereka bakal tampil bersama Ricky Lionardi Big Band, sebuah format grup jazz yang justru klasik.
Yang tidak kalah seru adalah, tahun ini Jakarta International Djarum Super Mild Java Jazz Festival 2012 akan menampilkan penampilan Twilite Orchestra pimpinan Addie MS dengan Symphony Jazz. Jika Anda tidak ingin ketinggalan menyaksikan penampilan dari para musisi di atas, kosongkan jadwal pada 2-4 Maret 2012, dan langsung datang ke JI EXPO Kemayoran, Jakarta. (okezone)
Selasa, 21 Februari 2012
'Atlantis', Album Terbaru D'Cinnamons
Lama tak terdengar kabarnya, grup musik D'Cinnamons akan merilis album baru bertajuk 'Atlantis'. Jarak waktu peluncuran 'Atlantis' dengan album sebelumnya memang cukup lama. Band yang terbentuk tahun 2004 ini terakhir kali merilis album berjudul 'Good Morning' pada 2007.
"Ini memang kelamaan sih. Kami mules-mulesnya sejak dari tahun 2008 terus baru mau lahir sekarang," kata vokalis D'Cinnamons, Dodo, kepada VIVAnews.com di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat.
Album yang rencananya dirilis bulan depan itu berisi sepuluh lagu di antaranya 'Lovely Friends' dan 'Teman Hidup'. Lagu itu juga sempat mengisi soundtrack salah satu film Indonesia. Mereka mengakui proses pengumpulan materi untuk album 'Atlantis' berjalan selama setahun.
"Di album kedua ini ada Andi Rianto juga yang jadi music director kita. Pastinya akan berbeda jadi banyak akustik full orchestra gitu deh," kata pemilik nama lengkap Diana Widoera itu.
Dodo menuturkan, album ini juga lebih dewasa ketimbang lagu-lagu mereka sebelumnya. "Saya nyanyinya kalau dulu kan kayak marah-marah. Sekarang lebih dewasa, lebih tertahan emosinya," kata pelantun 'Ku Yakin Cinta' itu.
Masuknya Nana sebagai pemain bass baru di D'Cinnamons yang menggantikan Laut, ikut memberikan warna berbeda. "Yang pasti album ini jadi lebih kaya. Karena Nana kan background-nya dari anak metal juga ya. Pokoknya nge-rock gitu. Kolaborasi rock akustik jadi lebih ramai dan powerfull," ujar Bonaventura, gitaris D'Cinnamons.
Judul album 'Atlantis' sengaja diambil dari salah satu judul lagu di album ini. "Itu lagu yang pertama kita take. Sekarang kita bertiga juga menciptakan lagu. Jadi warna dari masing-masing personel tuh keluar," ujar pria berkacamata itu.
D'Cinnamons adalah salah satu grup musik Indonesia yang mengusung konsep berbeda. Kehadirannya di tahun 2007 mampu membawa angin segar bagi industri musik Tanah Air. Setelah merilis album pertamanya di awal 2007, D'Cinnamons yang awalnya terdiri dari Dodo, Bonaventura dan Laut merilis soundtrack film 'Cintapuccino' dengan hits single 'Selamanya Cinta'. Lagu ini mengantarkan mereka meraih piala Indonesian Movie Award sebagai soundtrack terfavorit 2008.
Pada awal 2009, D'Cinnamons yang hanya tinggal dua personel, yaitu Dodo dan Bona mengeluarkan cover version hits single 'Galih Dan Ratna' yang pernah dipopulerkan oleh penyanyi Chrisye. Mereka kembali membawakan lagu 'Damai Tapi Gersang', sebuah lagu yang populer di tahun 1970-an, dengan versi D'Cinnamons.
Group musik beraliran akuistik, D'Cinnamons, berencana mengeluarkan album terbaru mereka bertajuk 'Atlantis'.
Dalam album kedua ini, group yang terdiri atas Diana Widoera alias Dodo (lead vocals dan acoustic guitar), Ismail Bonaventura alias Bona (acoustic guitar dan backing vocal), dan Riana Mayasari alias Nana (bassist) tetap mengambil konsep akustik tanpa drum, tapi ditambah dengan nuansa orkestra di dalamnya.
''Kami tertantang, bagaimana agar orkestra itu keseret ke akustik, jangan sampai ke pop,'' kata Dodo saat ditemui dalam acara Final Round of Soundsitive di La Piazza, Kelapa Gading, Jakarta, Minggu 20 Maret 2011.
Dodo menuturkan, konsep dalam album itu berasal dari Bona. Ia menjelaskan, nama album yang diambil dari salah satu judul lagu itu mengisahkan usaha seorang profesor yang menyelamatkan sebuah daerah berjuluk 'Atlantis'.
''Saya kemarin beli buku. Teorinya bahwa Atlantis itu di Indonesia, jadi Indonesia adalah pembawa peradaban,'' urai Bona.
Selain itu, band yang terinspirasi John Mayer, Alanis Morissette, dan Dave Matthews Band dalam bermusik ini mengambil langkah yang sedikit berbeda dalam album barunya.
Sebelumnya, selalu ada nuansa cinta dalam lagu-lagunya. Namun, kali ini mereka meninggalkan mainstream tersebut. Sayangnya, pelantun Galih dan Ratna karya Guruh Soekarnoputra ini belum bersedia memberikan penjelasan lebih jauh.
''Kami nggak akan banyak lagu cinta di album ini,'' ujar Dodo. (umi-VIVAnews)
Geliat Grup Musik Gambang Kromong di Momen Cap Go Meh Makin Laris dan Berjaya Setelah Budaya Tionghoa tak Dipasung
Saat ini di Jakarta, ada sekitar 30 grup musik gambang kromong, baik yang baru maupun yang sudah lama. Salah satu grup musik gambang kromong yang memiliki perjalanan cukup panjang, yaitu grup musik gambang kromong Sinar Purnama pimpinan Liem Tjeng Hay.
Grup musik yang sudah ada sejak era 1960an itu sudah mengalami pasang surut. Maklum, keberadaan gambang kromong tidak bisa dilepaskan dari perkembangan budaya Tionghoa yang sempat terpasung selama puluhan tahun.
’’Dulu (era orba) kami memang sempat kesulitan nanggap (mengadakan pertunjukan). Tapi sekarang sudah semakin baik. Bahkan orderan juga makin banyak,’’ ungkap Ahok Djunaedi, wakil pimpinan grup musik gambang kromong asal Pondok Gede itu saat ditemui usai pertunjukan di Jakarta, belum lama ini.
Pada momen tahun baru Imlek sampai cap go meh ini, dirinya mengaku sudah berkali-kali manggung di berbagai tempat. ’’Kalau biasanya di acara pernikahan saja, sekarang sudah bisa manggung di panggung Balai Sarbini,’’ tuturnya tidak bisa menyembunyikan rasa bangganya.
Meski sudah pernah tampil di berbagai kelas panggung, mengenai tarif, dirinya mengaku tidak terlalu memberi patokan. Semua, sambungnya, tergantung kebutuhan dan kemampuan orang yang mengorder.
’’Kalau cuma tim kita saja, paling Rp 3-4 juta. Tapi kalau ada yang punya permintaan-permintaan khusus, seperti memanggil pelawak (lenong), harganya bisa lebih tinggi,’’ ulasnya singkat.
Sebagai lelaki Tionghoa yang lahir dan besar di Jakarta, dia juga mengakui bahwa musik gambang kromong merupakan bentuk akulturasi budaya Tionghoa dan lokal. Hingga saat ini pun, anggota grup musiknya merupakan perpaduan etnis Betawi dan Tionghoa.
’’Lagu-lagu yang kita bawakan juga nggak melulu lagu Betawi. Selain lagu ciptaan Benyamin S, kita juga sering bawain lagu bernuansa Mandarin. Biasanya kalau nanggap di acara orang Tionghoa, kita bawain lagu itu,’’ jelasnya sambil menyebut judul lagu Dayung Sampan sebagai salah satu lagu bernuansa Mandarin dan dikenal masyarakat Tionghoa. (tim redaksi)
Jumat, 30 Desember 2011
Pentas Musik Hip Hop dan Puisi
Kolaborasi atraksi dua jenis seni yang bertolak belakang tersebut belum lama ini digelar di Yogya Nasional Museum dikawasan Wirobrajan, Yogyakarta.
Kendati tampak berbeda, namun sebenarnya lirik puisi dan lirik musik hip hop tidak jauh berbeda. Keduanya memiliki rima.
Pencetus pagelaran bertema Musim Semi Para Penyair ini adalah Budayawan Yogyakarta Butet Kertaredjasa dan sejumlah senias Indonesia yakni Ria Irawan, Rieke Diah Pitaloka, Happy Salma, Garin Nugroho dan Hanung Bramantyo.
Mereka membacakan puisi dan sajak, karya penulis Indonesia sambil diselingi iringan musik hip hop.
Selain menampilkan kolaborasi musik hip hop dan puisi, acara ini juga menampilkan seni grafiti dan mural yang kerap dipandang negatif oleh banyak orang. Mereka menghias latar panggung dengan lukisan khas tembok jalanan.
Pagelaran kolaborasi ini adalah yang kedua kalinya digelar dengan tujuan memberikan ruang pada perbedaan dalam dunia seni dan semangat saling menghargai sesama seniman. (tim)
Kamis, 29 Desember 2011
Minggu, 25 Desember 2011
Jazz Buzz: Dewa Budjana
Dewa Budjana
Dikenal sebagai gitaris yang memiliki kegemaran terhadap beragam jenis musik, Dewa Budjana tergabung dalam band pop Gigi, Trisum, dan Java Jazz. Untuk pertama kalinya Budjana akan tampil dengan format kuartet akustik, dan berkolaborasi dengan seorang pesinden, Sruti Respati. Dalam pertunjukan ini, instrumen yang digunakan adalah gitar, perkusi, seruling, dan bass.
Jazz Buzz: Dony Koeswinarno
Dony Koeswinarno
Dalam pertunjukan ini, Dony Koeswinarno tampil bersama kelompok musik yang ia dirikan, Telon. Dibentuk pada awal 2010, kelompok ini memainkan karya sendiri yang mengandung beragam unsur musik. Para musisi yang terlibat memiliki latar belakang musik berbeda-beda sehingga karya yang dihasilkan kelompok ini banyak meramu dan mencampurkan beragam unsur musik dan bebunyian. Alat musik yang akan digunakan adalah flute/saxophone, marimba dan kontrabass.
Musik
Jazz Buzz
Teater Salihara | Sabtu, 28 Januari 2012, 20:00 WIB
HTM Rp 75.000,- | Mahasiswa/Pelajar Rp 35.000,-
Selasa, 08 November 2011
Pengenalan Musik Nusantara dari Dokumen Audio-visual
Lokakarya Musik Tradisi
Setiap Sabtu, 12, 19, 26 November, 03 Desember 2011, 15:00 WIB
Jelajah Musik, Jelajah Budaya Indonesia
Instruktur: Endo Suanda, Rizaldi Siagian, Agus Nur Amal
Serambi Salihara
Terbuka untuk umum | Pendaftaran paling lambat 11 November 2011
Sabtu 12 November 2011, 15:00 WIB
Pengenalan Musik Nusantara dari Dokumen Audio-visual
Musik telah menjadi bagian kebudayaan sejak lama, dan berkelindan dengan sistem sosial dan spiritual di Nusantara. “Membaca” musik dapat menjadi salah satu upaya untuk memahami Indonesia dan keragaman budaya yang kita miliki. Untuk dapat “membaca” musik, kita memerlukan seperangkat “lensa pandang” berupa koridor metodologis yang tumbuh dari pengetahuan dan pengalaman.
Bengkel musik tradisi ini disampaikan secara interaktif-partisipatif yang meramu antara gagasan dan praktek, memberikan pengalaman mendengar, melihat, merasa, berbuat.
Endo Suanda adalah penari dan pemusik tradisional, etnomusikolog dan pemerhati/peneliti kesenian. Agus Nur Amal, atau PM Toh, adalah aktor yang banyak memberikan pelatihan berkesenian dengan pendekatan multi-dimensi, antara cerita, gerak, dan bunyi. Rizaldi Siagian adalah musisi dan etnomusikolog. Lokakarya ini akan berlangsung dalam bahasa Indonesia.
Konser Musik Pastoral
Pastoral
Komposer: Ananda Sukarlan, Betty Beath, Jarrad Powell, Tony Prabowo
Teks: Goenawan Mohamad
Konduktor: Avip Priatna
Koreografer: Fitri Setyaningsih
Penampil: Adelaide Simbolon, Aning Katamsi, Batavia Mandrigal Singers, Binu D Sukaman, Momenta Quartet (New York), Hari Santosa, Nyak Ina 'Ubiet' Raseuki
Teater Salihara | Kamis-Jumat, 29-30 September 2011, 20:00 WIB | (dur: 70” - intermission: 10”)
HTM Rp 100.000,- | Pelajar/Mahasiswa Rp 50.000,- (tempat terbatas)
Ada pula Ananda Sukarlan, yang membuat komposisi berdasarkan empat puisi Goenawan, seperti “Sajak untuk Bungbung” dan “Perjalanan Malam”. Keempat puisi yang dipilih oleh Ananda menceritakan tentang kekhawatiran dan menghasilkan melodi yang menghipnotis. Komposisi Betty Beath, komposer dan pianis asal Australia, juga akan dibawakan. Salah satu karya Beath yang akan dimainkan adalah komposisi yang berdasarkan puisi “Asmaradana”—mengenai kepiluan Anjasmara ketika harus melepas kekasihnya, Damarwulan, ke medan perang. Selain itu, komposisi karya Jarrad Powell, “Goro-Goro”, yang pertama kali digubah untuk opera kontemporer Kali, turut pula dimainkan dalam konser musik kali ini.
Konser Pemenang Lomba Komposisi Musik Berdasarkan Budaya Musik Nusantara
Sabtu, 26 November 2011, 19:00 WIB
Konser Pemenang Lomba Komposisi Musik Berdasarkan Budaya Musik Nusantara
Teater Salihara
HTM Rp 50.000,- | Mahasiswa/Pelajar Rp 25.000,-




