Senin, 18 Juni 2012
Jumat, 15 Juni 2012
Telkomsel Gelar Diskon di Jakarta Fair 2012
Pameran Kuliner Koperasi dan UKM Target Rp 100 Juta per Hari
Senin, 04 Juni 2012
Bangkitkan Wirausaha Muda dengan Mudahkan Perijinan
Festival Koperasi dan UKM Ajang Produk Unggulan
Sabtu, 14 April 2012
Mobile Broadband Telkomsel Solusi Komunikasi Saat Bencana
Kondisi alam dan cuaca di Indonesia tidak menjadi kendala bagi Telkomsel sebagai operator telekomunikasi selular paling Indonesia, untuk menyatukan negeri. Dalam kondisi gempa sekalipun layanan internet atau mobile broadband dapat tetap dinikmati pelanggan dengan adanya berbagai inovasi teknologi sebagai langkah preventif yang dilakukan Telkomsel.
Head of Corporate Communication Division Telkomsel, Ricardo Indra mengatakan, “Telkomsel memperhatikan aspek geografis
Mengantisipasi kondisi bencana alam yang sering terjadi di daerah Sumatera, Telkomsel menggunakan backbone transmisi fiber optic Ring Jasuka (
Dari sisi infrastruktur, Telkomsel telah menerapkan desain bangunan tahan gempa pada
Padatnya traffic telepon dan SMS di lokasi bencana menjadi sebuah kendala bagi pelanggan di daerah bencana, hal ini menjadi tantangan Telkomsel dalam menjaga kualitas layanan internet terlebih di saat gempa. Kemudahan akses layanan internet menjadi prioritas sebagai alternative di saat terjadi blocking untuk melakukan panggilan maupun SMS. Sehingga pelanggan tetap data berkomunikasi melalui email, meng-upadate status melalui social media bahkan mengetahui situasi terkini melalui browsing internet.
Telkomsel konsisten membangun Indonesia melalui jaringan selularnya dimana saat ini terdapat 46 broadband city dan ditargetkan menjadi 100 broadband city pada tahun 2012 ini. "Hal ini merupakan kontribusi kontrit Telkomsel terhadap negara, termasuk menyiapkan infrastruktur selular yang dapat digunakan masyarakat di saat darurat," tambah Ricardo Indra.
Menyadari bahwa pasar selular di
Masyarakat digital (digital society) tumbuh seiring dengan pesatnya perkembangan Teknologi Informasi & Komunikasi saat ini, dan pada tahun 2020 mobile akan menjadi kendaraan utama yang menghubungkan 1,7 miliar perangkat nirkabel di Indonesia. “Sebagai penyedia layanan telekomunikasi seluler terbesar di Indonesia yang memiliki portfolio di setiap channel komunikasi (SMS, MMS, voice based, internet based, cell broadcast, USSD based, application based, video based), Telkomsel siap untuk menjadi platform provider yang mampu menjawab tren mobile broadband yang terus tumbuh dan kebutuhan pasar terhadap bisnis gaya hidup digital berbasis ponsel atau mobile based digital lifestyle business,” tambah Sarwoto. (hms)
Senin, 09 April 2012
Pameran Fesyen & Aksesoris Targetkan Rp 6 M

Kementerian Koperasi (Kemenkop) dan UKM melalui Deputi bidang Pemasaran dan Jaringan Usaha kembali menggelar pameran bertajuk Fesyen & Aksesoris Expo 2012 IV, di gedung SME Tower, kawasan Gatot Soebrotop, Jakarta Selatan, pada 11-15 April 2012. Kemenkop dan UKM menargetkan nilai transaksi naik dari Rp 4 miliar, pada 2011 menjadi Rp 6 miliar. Ini karena ditopang target jumlah pengunjung sebanyak 6000 atau seribu per hari. Jumlah ini naik disbanding tahun 2011 sebanyak 4500 pengunjung.
Deputi bidang Pemasaran dan Jaringan Usaha, Neddy Rafinaldy Halim mengatakan, walaupun hasil nilai transaksi pada 2011 ditunjang moment menjelang Lebaran dan tren fesyen baju muslim sedang tinggi-tingginya hingga terkenal di mancanegara. Tapi Neddy menepis target nilai transaksi pada pameran tahun ini tidak realistis. Apalagi dihadang ancaman kenaikkan harga bahan bakar minyak (BBM). Menurut dia, setiap pameran sangat dipengaruhi oleh tema. Tahun ini, pihaknya mengangkat tema “fesyen cantik,aksesoris unik”. Ini beda dengan tahun sebelumnya yang mengangkat tema tentang busana muslim.
“Saya kok yakin, nilai transaksi akan ditentukan oleh tema. Seperti sekarang tema fesyen cantik aksesoris unik. Artinya terbukti UKM banyak dan tak henti-henti berkreasi dan melakukan inovasi produknya. Jadi kebutuhan pasar selalu diantisipasi olehpara pelaku UKM. Buktinya setiap pameran selalu pelaku UKM mengetengahkan produk-produk fesyen dengan tema yang selalu berubah-ubah,” kilah Neddy Rafinaldy Halim kepada wartawan di gedung Kemenkop dan UKM, kawasan Kuningan, Jakarta, kemarin.
Lebih jauh Neddy mengharapkan, pameran ini menjadi media untuk mengembangkan produk fesyen dan aksesoris Indonesia sekaligus media informasi seputar perkembangan tren mode terkini dan juga diharapkan menciptakan jejaring bisnis di antara komunitas fesyen dan aksesoris Indonesia melalui pertemuan bisnis antara para desainer dengan investor, departemenstore, dan buyer local lainnya. “Pameran ini diikuti 152 peserta UKM, termasuk dari UKM daerah yang akanm enampilkan produk unggulan daerah masing-masing. Sebenarnya, peserta ini membludak. Tapi kami tolak karena keterbatasan gedung menerima both. Maksimal hanya 160 both saja. Ini juga menunjukkan trennya lagi bagus. Maka wajar kamimenargetkan nilai transaksi naik hingga Rp 6 miliar,” harap Neddy didampingi desainer dan pengusaha fesyen dan aksesoris Tuti Khalid.
Di bagian lain Neddy mengungkapkan bahwa produk fesyen tercatat sebagai penyumbang terbesar ekspor ekonomi kreatif dengan nilai total 61,13 persen dari keseluruhan nilai ekspor tahun 2010. Namun saying Neddy tidak mendapatkan data pasti sumbangan khusus dari Kemenkop dan UKM. Itu adalah angka akumulasi dari data BPS (Badan Pemusatan Statistik). “Kontribusi terhdap nilai ekspor nasional mencapai 5,96 persen dengan nilai rata-rata nilai ekspor sebesar Rp 53,94 persen dan tahun 2010, produk fesyen tercatat nilai ekspornya mencapai Rp 72 triliun. Ini begitu jauh kenaikkannya,” pujinya.
Demikian juga dari sisi penyerapan tenaga kerja dan lapangan usaha, menurut Neddy, dalam periode 2002-2010, fesyen juga m endominasi sector ekonomi kreatif. Yaitu rata-rata sebesar 54,32 persen dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 4,13 juta orang atau 4,22 persen terhadap tingkat partisipasi terhadap tenaga kerja nasional. “Indikasinya dari mudahnya tumbuh pelaku-pelaku UKM, seperti dari ibu-ibu arisan yang membuka usaha kerudung atau aksesoris lainnya. Ini selain menambah pendapatan penghasilan, tapi membuka lapangan pekerjaan baru,” pungkasnya. (ipo)
Jumat, 23 Maret 2012
Kementerian Pariwisata & Ekonomi Kreatif Kembali GELAR ICMITM KE-5
Acara ini merupakan agenda tahunan dan kerjasama Kemparekraf dengan Bank Danamon American Express kali ini telah memasuki tahun ke-5. ICMITM akan mempertemukan lebih dari 100 perusahaan-perusahaan multinasional yang merupakan klien korporasi Bank Danamon American Express dari dalam maupun luar negeri (Singapura, Malaysia, Filipina, India dan Cina), dengan para penyedia jasa meetings & incentive travel di Indonesia selama 4 hari dalam sebuah forum business to business yang dirancang khusus dan dinamis.
ICMITM tahun ini terselenggara berkat dukungan proaktif dari pemerintah Kota Medan yang bersedia menjadi tuan rumah, dalam rangka mempromosikan “Green and Creative Tourism - Visit Medan Year 2012”, serta upaya memajukan industri MICE dan pariwisata di destinasinya. Kegiatan ini akan diselenggarakan di Santika Premiere Dyandra Hotel & Convention Centre Medan yang belum lama ini diresmikan.
Berbekal pengalaman dari penyelenggaraan kegiatan sebelumnya di Bali, Yogyakarta, Lombok dan Manado, ICMITM mampu memberikan dampak positif yang cukup besar yang dirasakan langsung maupun tidak langsung bagi destinasi penyelenggara maupun perkembangan MICE di tanah air.
Direktur Konvensi, Insentif dan Pameran, Kemparekraf, Berman Lubis mengatakan, corporate market adalah pasar yang menjanjikan. Dalam kondisi krisis sekalipun, mereka akan tetap membutuhkan tempat (venue) untuk melakukan pertemuan. Berman menambahkan pasar MICE secara ekonomi juga lebih menguntungkan baik dari sisi kualitas maupun kuantitas. Umumnya, kata dia, wisata MICE pelaksanaannya lebih terorganisir dengan dana yang cukup besar. Ke depan, harapnya, ICMITM akan terus berlanjut sebagai bentuk komitmen pemerintah untuk memfasilitasi networking antara sellers Indonesia dengan para corporate buyers.
Dessy Masri, Executive Vice President Card Business Head Danamon mengatakan, Danamon American Express Corporate Card dengan senang mengundang dan memfasilitasi para klien untuk datang dan menyaksikan acara business travel mart ini. Dengan berkembangnya fasilitas dan pilihan, Indonesia telah menjadi salah satu pemain dunia di bidang MICE. Hal ini tercermin dari jumlah ruang konferensi dan jumlah hotel yang terus bertambah setiap tahunnya, sehingga Indonesia menjadi salah satu tempat yang ideal untuk penyelenggaraan MICE. Pengunjung akan mendapatkan penawaran yang berkualitas di bidang travel/hospitality dan memungkinkan mereka untuk menentukan pilihan destinasi MICE di Indonesia dari 100 mitra bisnis. (tim)
Sabtu, 17 Maret 2012
Dekranas Rayakan HUT ke-32 dengan Pameran Perajin
Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) akan menggelar pameran kerajinan dari seluruh anggota Dekrasnas daerah maupun binaan BUMN, Kementerian terkait, dan perusahaan-perusahaan melalui program CSR masing-masing, di gedung SME Tower, Gatot Soebroto, Jakarta, mulai 20-22 Maret 2012. Pameran yang lebih memprioritaskan karya-karya pengrajin kawula muda ini dalam rangka memeriahkan hari ulang tahun (HUT) Dekranas ke-32, yang jatuh setiap tanggal 2 Maret.
Ketua Panitia Pelaksana HUT Dekranas, Inggrid Kanzil Syarif Hasan mengatakan, pameran ini memilih tema Memacu Kreatifitas dan Produktifitas Perajin untuk Meningkatkan Daya Saing. Tema ini sebagai tindak lanjut dari pelaksanaan pameran tahun sebelumnya yang sukses. Karena itu, program-program Dekranas terkait itu ikut ditingkatkan dan lebih meluas sampai ke pelosok daerah.
Kesuksesan tahun sebelumnya terlihat dari hasil nilai transaksi yang mengalami kenaikkan. Dari sebanyak 60 both dan 20 UKM berhasil membukukan sebesar Rp 2,5 miliar dari Rp 2 miliar pada tahun sebelumnya. Tahun ini, Dekranas menargetkan sebesar Rp 3 miliar. Diakuinya target tidak melonjak karena memang kondisi transaksi hamper tidak jauh bergeser dari tahun ke tahun. Justru supaya tidak turun, kata Inggrid,panitia menambah jumlah both menjadi 80 both dan puluhan stand kuliner.
“Dekranas berupaya mengangkat kesejahteraan perajin. Karena itu, kami buat program bernama Gerakan Indonesia Berserri (Bersih, Sehat, Ramah Lingkungan, Rapih, dan Indah, red) yang digagas Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Kebersihan adalah cermin daria kemajuan peradaban suatu bangsa,” papar Inggrid Kanzil kepada wartawan didampingi Trina Jero Wacik dan Dewi Mallarangeng bersama pengurus Dekranas lain di gedung SME Tower, kawasan Gatot Soebroto, Jakarta, kemarin.
Program ini mengambil contoh kampong perajin di Kelurahan Baqa dan Kelurahan Mesjid di Kecamatan Samarinda, seb erang Provinsi Kalimantan Timur. “Ada harapan lebih dari program ini, yaitu Samarinda menjadi daerah tujuan wisata selain menjadi lokasi investasi hasil buminya, lokasi perajin tenun. Makanya, daerah ini dijadikan percontohan yang nanti, Dekranas akan mencari tempat lain. Tempat ini kami temukan berdasarkan survei dan studi lokasi,” papar Inggrid, istri Menteri Koperasi dan UK M Syarif Hasan.
Wakil Ketua Panitia Pelaksana Trisna Jero Wacik menambahkan, produk perajin kita begitu bervariasi dan aneka macam, tapi kualitas desain dan modelnya masih terlihat itu-itu saja. Walaupun memang ada sebagian trader-trader tertentu yang mengarahkan desain dan modelnya. “Karena itulah, kita ingin perajin maju. Kalau produk kerajinan sudah bagus dan menjadi ikon bangsa, maka tinggal desain dan model ditingkatkan. Tak hanya itu, mereka butuh promosi dan pemasaran untuk menjualnya. Maka inilah yang dilirik trader,” imbuh Trisna.
Ketika ditanya soal trader yang justru menguntung trader sendiri ketimbang perajin dan akhirnya perajin pun merasa ketergantungan dengan trader daripada berusaha menjual sendiri, Trisna mengatakan, itu bagian dari konsekwensi. Karena trader perlu ongkos untuk transportasi dan membayar gaji pegawai atau stafnya. “Memang perajin bukan pedagang, bukan desainer, dan bukan ahli manajemen. Mereka hanya orang-orang terampil yang khusus diajarkan orangtua mereka secara turun temurun. Sehingga produknya menjadi cirri khas produk budaya. Sering kali mereka tidak tahu menjual dan mau dipromosiikan ke mana setelah dibuat. Bahkan kalau dapat order banyak tidak tahu cari pinjaman. Sekarang bukan jamannya, bikin pakaian adata untuk dipakai sendiri. Karena bias dijadikan lahan penghidupan. Nah, urusan pemasaran adalah trader. Ini menjadi tugas Dekranas untuk mengawasi trader agar jangan sampai perajin mendapat untung sangat tipis. Sehingga membuat perajin pesimis dan
akhirnya beralih profesi atau pekerjaan. Dekranas jug amemfasilitasi akses peminjaman dan member pelatihan membuat proposal dan mengajarkan tentang manajemen. Pokoknya Dekranas bertugas menjadi jembatan bagi perajin dan pemodal,” pungkasnya. (tim)
Minggu, 11 Maret 2012
Erotika: Tubuh, Nafsu Dan Spritualitas
Jakarta. ourvoice.or.id – Erotika tidak perlu belajar dari Barat,karena sudah mengakar ada di Nusantara. Erotika di masyarakat Indonesia, ibarat bahan pangan seperti beras,gula atau garam yang dimport dari Barat,padahal sudah ada berabad-abad di Indonesia. Bahkan sebelum kolonial dan agama-agama “import” datang ke bumi Nusantara.
Kira-kira begitu ungkapan Elizabeth D.Inandak, penyair asal Perancis yang menterjemahkan dan menafsirkan kembali sastra Serat Centhini (SC). Karya “ulang” itu diberi judul Centhini,Kekasih Yang Tersembunyi. Melalui karya ini, Elizabeth banyak mendapatkan apresiasi oleh intelektual di Indonesia. Diantaranya mendapatkan anugerah Lietary Prize for Asia (2003) atas karya tersebut. Kali ini Elizabeth untuk kedua kalinya memberikan kuliah umum tentang Centhini di Komunitas Salihara, Jakarta, Sabtu (10/3/2012). Kegiatan ini bagian dari rangkaian kuliah umum di Komunitas Salihara tentang Erotika pada Maret 2012.
Dalam empuk hangat kegelapan, mereka merasa makin lebur menyatu tubuh. Mereka saling menjadi yang lain dan pasrah keduanya pada dekapan keremangan. Suara mereka pun mengalir yang satu dalam yang lain dan juga dalam yang kian pasang.(Tembang 72)
Tembang-tembang SC banyak bercerita tentang hubungan seksual dari mulai hal yang “liar” dari seksualitas perempuan sampai praktek hubungan seksual sejenis. Sehingga dari pengalaman Elizabeth ketika melakukan riset tentang SC untuk memintah bantuan para tasawuf/tokoh agama Islam di Jawa, para ulama keberatan ketika diminta mentejemahkan bagian tembang SC khususnya cerita-cerita tentang seksualitas yang dianggap terlalu vulgar pada konteks kekinian.
Dan yang paling ironis, kita sebenarnya sedang mengingkari kebertubuhan diri sendiri, sebagai manusia sensual sekaligus spritual. Padahal dua hal itu sesuatu yang sangat intim ada dalam diri manusia, apapun bentuk dan namanya. Mudah-mudahan dengan diangkat kembali karya besar SC ini dapat menjadi bahan renungan bagi setiap orang tentang makna Erotika, sex,tubuh dan spitualitas. (Hartoyo/jurnal todopoli)
