Tampilkan postingan dengan label Entertainment. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Entertainment. Tampilkan semua postingan

Senin, 18 Juni 2012

EDWIN VAN DER SAR BERTEMU PEMENANG RED MATCH KARTU DANAMON MANCHESTER UNITED

  PT Bank Danamon Indonesia, Tbk. (“Danamon”) sebagai satu-satunya pemegang lisensi penerbitan Kartu Manchester United di Indonesia hari ini mengumumkan pemenang Red Match periode pertama di tahun 2012, yaitu 8 Nasabah Kartu Debit dan 5 Nasabah Kartu Kredit, yang akan menyaksikan secara langsung klub kesayangannya, Manchester United, berlaga di Stadion Old Trafford Inggris. Pengumuman pemenang dihadiri oleh Kiper Legendaris Manchester United, Edwin van der Sar, yang pada kesempatan yang sama berjumpa dengan pemegang Kartu Debit & Kartu Kredit Manchester United. Kehadiran Edwin van der Sar dan program Red Match ini merupakan wujud komitmen Danamon dalam mendekatkan para fans ke klub kesayangannya dan memberikan pengalaman yang tidak dapat dinilai dengan uang untuk para nasabah. “Danamon dengan bangga menyambut kehadiran Edwin van der Sar, legenda Manchester United, dalam pengumuman pemenang Red Match Kartu Danamon Manchester United, sebagai kelanjutan rangkaian acara Kartu Danamon Manchester United. Rangkaian acara ini merupakan realisasi dari komitmen kami untuk selalu memberikan produk dan pelayanan terbaik bagi nasabah, terutama yang juga merupakan fans Manchester United.” papar Henry Ho , Presiden Direktur Danamon di Jakarta. Program Red Match Kartu Danamon Manchester United ini memberikan kesempatan kepada 48 (empat puluh delapan) nasabah Kartu Debit dan Kartu Kredit Danamon Manchester United setiap tahunnya untuk dapat menyaksikan langsung pertandingan Manchester United di Stadion Old Trafford Inggris dan mengikuti rangkaian kegiatan seperti berlatih sepakbola langsung dengan para pelatih klub, bertemu dengan pemain, melihat langsung ruang ganti pemain serta tur stadium dan museum Manchester United. “Hari ini merupakan pengumuman pertama dari empat periode Red Match Kartu Danamon Manchester United di tahun 2012. Sebanyak 8 nasabah Kartu Debit dan 5 Nasabah Kartu Kredit Danamon Manchester United akan diberangkatkan pada periode ini. Penarikan undian ini dilakukan pada tanggal 13 Juni 2012 kemarin dan telah disaksikan dan disahkan oleh notaris.” kata Michellina Triwardhany , Consumer Banking Director Danamon. Satu poin kesempatan akan didapatkan nasabah Kartu Danamon Manchester United untuk setiap transaksi pembelanjaan dengan kelipatan Rp 100.000,- (seratus ribu rupiah) bagi nasabah Kartu Kredit dan Debit. Khusus bagi Nasabah Kartu Debit akan mendapatkan tambahan poin untuk setiap saldo rata-rata bulanan di tabungan sebesar Rp 500.000,- (lima ratus ribu rupiah). Selain Red Match, terdapat fitur Red Rewards dan Red Hot Deals di dalam Kartu Danamon Manchester United. Dengan Red Rewards, nasabah dapat mengumpulkan poin melalui transaksi Kartu Debit & Kredit yang dapat ditukarkan dengan tiket penerbangan gratis (melalui program mileage) dan merchandise asli Manchester United. Sedangkan Red Hot Deals memberikan berbagai penawaran menarik dan istimewa di kafe, gerai olahraga, fashion, arena futsal dan outlet-outlet pilihan lainnya. (hery s)

Jumat, 15 Juni 2012

Telkomsel Gelar Diskon di Jakarta Fair 2012

Untuk ketujuh kalinya, Telkomsel kembali berpartisipasi dalam Pekan Raya Jakarta (PRJ) atau biasa dikenal dengan Jakarta Fair (14 Juni-15 Juli 2012). Dalam PRJ yang ke-45 ini, Telkomsel membuka 12 booth sekaligus, yakni Main Booth seluas 200m2, 1 Medium Booth Hall D, 5 minibooth, serta 5 booth mobile yang tersebar melayani pelanggan sepanjang penyelenggaraan pameran terbesar di Indonesia ini. Head of Marketing Jabotabek Jabar Division Abdullah Fahmi mengatakan, “Keikutsertaan Perusahaan kita dalam festival Jakarta Fair 2012 merupakan salah satu wujud komitmen Telkomsel dalam melayani pelanggan dengan hadir lebih dekat dan mudah bagi pelanggan, sekaligus memberikan informasi layanan, harga khusus, hadiah, dan games menarik.” Dalam kesempatan tersebut Telkomsel juga meluncurkan Kartu Perdana Edisi PRJ dengan harga Rp 5 ribu dapat Pulsa Rp 10 rb. Selain itu setiap pelanggan isi ulang pulsa minimal Rp.50 rb otomatis mendapat bonus 20%,contoh isi pulsa 50 ribu akan mendapat 60 rb. “Masih dalam suasana HUT Telkomsel ke - 17, kali ini di PRJ kami menawarkan promo khusus Shocking Sales tiap weekend yakni HP atau Modem seharga hanya Rp 17 ribu,” tambah Fahmi. Berbagai produk dan layanan Telkomsel dipamerkan di sini dengan harga maupun promosi khusus, seperti ragam paket HP murah Qwerty (TiPhone, CSL) dan Modem (ZTE, Speed Up, Hilink) seharga Rp 199.000, Tablet Android 7” mulai dari Rp.1,899 juta. Tidak ketinggalan device dan gadget canggih dari Samsung, Motorolla, Sony, LG, dan Nokia yang bisa di cicil 0% hingga 6 bulan, serta bonus internet data simPATI beli paket Rp 50 rb dapat @250 MB utk 3 bulan. Setiap transaksi minimal Rp.500 rb pelanggan juga berkesempatan memenangkan doorprize Honda Scoopy, Sepeda, dan HP yang diundi setiap minggu. Selain itu juga berhak atas hadiah langsung yang menarik. Booth Telkomsel dapat ditemui dengan mudah di beberapa lokasi strategis, yakni Main Booth yang berlokasi di dekat panggung utama PRJ, Medium Booth yang terletak di Hall D. Sementara 5 mini booth dan mobile booth masing-masing berlokasi di Hall A, B, C, E, dan Gambir Expo. “Kehadiran kami disini juga merupakan bentuk partisipasi Telkomsel dalam perayaan HUT Jakarta ke-485, dimana Telkomsel akan mendatangkan artis-artis ternama yang akan menghibur pengunjung PRJ yang datang diantaranya Tip-Ex, Souljah, Triad, Wali, Zigas, Five Minute,” pungkas Fahmi. (hery s)
Pameran Kuliner Koperasi dan UKM Target Rp 100 Juta per Hari

Pameran Kuliner Koperasi dan UKM Target Rp 100 Juta per Hari

Lembaga Layanan Pemasaran (LLP) Kementerian Koperasi (Kemenkop) dan UKM menargetkan nilai transaksi dari pameran kuliner Warisan Enak 2012 senilai Rp 500 juta selama empat hari, atau mulai kemarin hingga Sabtu (16/6) besok. Nilai ini naik sekitar 20 persen dari hasil pencapaian transaksi pada pameran tahun 2011, atau 350 juta. Direktur Utama LLP Kemenkop dan UKM, Yuana Sutyowati mengatakan, sebenarnya pameran yang diselenggarakannya bukan untuk mengejar target transaksi. Tapi lebih memberdayakan produk-produk UKM atau bahkan PKL (Pedagang Kaki Lima). Karena dari sisi harga relative murah. Jadi ajang pameran ini diharapkannya bisa menjadi promosi tersendiri. Apalagi seperti produk jamu gendong dan sejenisnya. “Selama empat hari pameran ini, kami menargetkan sekitar Rp 500 juta. Atau rata-rata per hari mencapai sekitar Rp 100 juta. Yang penting bukan hasil transaksi pameran, tapi upaya kami memberi apresiasi. Karena dari sisi harga relative. Makanya, jangan dilihat dari volume usaha, tapi lebih pada take over. Apalagi jumlah pesertanya juga tidak banyak sekitar 50 stand,” ungkap Yuana Sutyowati di sela-sela mendampingi Deputi Bidang Produksi Kemenkop dan UKM, Braman Setyo yang ditunjuk mewakili Menteri Koperasi dan UKM untuk membuka pameran itu di gedung SME Tower, Jalan Gatot Soebroto, Jakarta Selatan, Rabu (13/6) kemarin. Diakuinya, pameran yang sudah berlangsung empat kali ini, terus mengalami peningkatan. Setidaknya peningkatan itu berkisar 15-20 persen. Peningkatan ini terjadi karena Yuana selalu melakukan upaya penunjang untuk menarik perhatian masyarakat dating. “Tahun ini kami mengemas lebih bernilai promosi agar pengunjung lebih banyak datang. Ini didasarkan pada pengalaman tahun sebelumnya yang ternyata ampuh. Seperti menampilkan penyanyi legendaris Koes Ploes, ada panggung hiburan nonstop selama pameran, atraksi kesenian yang langsung ditampilkan oleh para tukang jamu gendong, dan ada juga penampilan permainan angklung yang dimainkan oleh para ekspatriat,” paparnya. Deputi bidang Produksi Kemenkop dan UKM, Braman Setyo mengatakan, pameran kuliner dengan teman warisan enak 2012 ini merupakan amanat dari Menteri Koperasi dan UKM Syarif Hasan. Yaitu tiada hari tanpa pameran bagi LLP Kemenkop dan UKM. Sehingga gedung SME Tower bias dirasakan menjadi milik para pelaku UKM dan koperasi. “Tujuan dari pembangunan gedung SME Tower adalah menggerakan koperasi dan pelaku UKM. Jadi LLP Kemenkop dan UKM yang m emilih kuliner, terutama untuk kawasan Jabodetabek memang pilihan baik. Karena itu, perlu dukungan terus menerus. Apalagi keberhasilan LLP Kemenkop dan UKM menggandeng sejumlah asosiasi, seperti kelompok jamu gendung, Dewan Rempah Indonesia, dan lainnya,” puji Braman Setyo. Di bagian lain Braman Setyo berjanji akan menggelar pameran khusus rempah-rempah Indonesia. Ini dijanjikannya untuk merespon dari pengenalan buku hasil riset tiga tahun terhadap rempah-rempah Indonesia yang dilakukan Adi Sasono. Adi Sasono yang mantan Menteri Koperasi dan UKM di era Presiden BJ Habibie ini berhasil membukukan 200an dari 11 ribu nama rempah di Indonesia. “Saya terkejut dari sambutan Pak Adi (Sasono, red) yang m enyebutkan ada ribuan nama atau jenis rempah-rempah Indonesia. Ini memang tugas Negara untuk menggali danmenjaganya. Karena itu, saya akan menggandeng Dewan Rempah Indonesia untuk merumuskan pameran rempah-rempah Indonesia yang kita kenal. Karena selama ini kita malah jadi pengimpor rempah-rempah, terutama dari Amerika. Ini disayangkan. Karena rempah-rempah kita jadi tergerus,” pungkasnya. (hery s)

Senin, 04 Juni 2012

Bangkitkan Wirausaha Muda dengan Mudahkan Perijinan

Bangkitkan Wirausaha Muda dengan Mudahkan Perijinan

Bandung-Membangkitkan pemuda menjadi wirausaha yang digalakkan pemerintah melalui Kementerian Koperasi (Kemenkop) dan UKM, sepertinya jadi tren. Menyusul acara festival kalangan usahawan muda Bandung dan para calon usahawan di halaman Gedung Sate, Bandung Jawa Barat, akhir pekan kemarin. Acara yang menampilkan produk-produk dari usahawan muda itu, diselenggarakan oleh MyOyeah. Tujuannya agar para usahawan muda tidak saja mendapatkan keuntungan dari nilai transaksi produknya dalam pameran itu, tapi sekaligus mendapatkan ilmu pengetahuan tentang bikin usaha yang baik. Utamanya soal perijinan. “Semua pameran ini berbau enterpreneur karena memang peserta bukan hanya jadi peserta pameran, tapi sekaligus dapat mencari peluang usaha waktu nanti mereka pulang. Karena peserta dan masyarakat umum diberikan ilmu tentang kewirausahaan sesuai tujuannya membangkitkan wirausaha baru di kalangan pemuda,” papar Dede Yusuf, Wakil Gubernur Jawa Barat saat melakukan peninjauan lapangan kepada 250 stan. Makanya, lanjut dia, bukan hanya pameran untuk produk acara itu. Tapi dilengkapi stand info enterpreneurship, pelatihan, diskusi, dan sejenisnya. Dalam acara workshop tentang kemasan, misalnya, mereka diberi pengetahuan tentang mengemas produk yang baik. Bukan saja dari narasumber ahlinya seperti dari Kadin (Kamar Dagang dan Industri Indonesia) Jawa Barat saja, tapi dari pemerintah setempat, dan para peserta yang lebih dulu sukses. “Jadi isi pameran ini penuh dengan sharing bisnis. Kebetulan semangat sharing anak muda di Bandung untuk berbagi pengalaman dan ilmu cukup tinggi. Sehingga mereka tidak khawatir orang yang diberikan ilmu bakal jadi musuh dalam persaingan usaha mereka kelak. Persaingan ini pun dijadikansalah satu materi agar bersaing secara sehat. Karena dengan begitu malah memajukan dunia bisnis itu sendiri,” paparnya. Soal kemungkinan para peserta yang datang kondisinya dadakan atau karena mau ikut pameran lantas belanja barang-barang, Dede mengatakan, itu memang tidak bisa dihindarkan. Tapi panitia telah lebih dulu melakukan pengecekan biodata. “Mereka yang mau ikut pameran harus minimal satu tahun punya usaha. Ini terlepas dari statusnya sudah legal apa belum. Karena memang yang belum legal itulah diharapkan dapat informasi tentang tata cara pengurusan perijinan agar legal,” papar mantan artis. Project Manajer MyOyeah, Swetla Wendrasti menambahkan, diselenggarakan acara bertajuk BoekabOekaan sebagai tempat konsultasi mulai dari legalitas, permodalan, produksi, pengemasan, distribusi, hingga aneka hal yang langsung disampaikan oleh orang yang berpengalaman di bidangnya. “Kemudian semua peserta dan pengunjung bisa mengikuti sebuah acara sharing dari para usahawan muda itu untuk membuka rahasia dapur usahanya. Karena ada yang masih mahasiswa, tapi sudah punya usaha maju dengan ratusan karyawan,” imbuh Swetla Wendrasti di tempat yang sama. Menurut dia, acara itu sendiri digagas berangkat dari banyak pengusaha pemula yang mengeluh. Saat usahanya cukup maju dan hendak mengurus ijin, ada saja kendalanya. “Maka itu, di pameran ini kesempatan membuat perijinan juga. Karena tujuannya memberi dukungan seluas-luasnya terhadap usaha mikro dan menengah. Jumlah UKM di Jawa Barat saat ini, lebih dari 8, 2 juta dengan kontribusi yang besar terhadap pertumbuhan Provinsi Jawa Barat. UKM di Jawa Barat pun mampu menyerap tenaga kerja 80 persen dan memberi kontribusi lebih dari 60 persen produk domestic regional bruto Jawa Barat,” pungkasnya.(aseng)
Festival Koperasi dan UKM Ajang Produk Unggulan

Festival Koperasi dan UKM Ajang Produk Unggulan

Perhelatan akbar bagi pelaku usaha koperasi dan UKM akan digelar untuk ke 10 kalinya. Acara yang dahulunya bernama Smesco Festival kini berganti nama menjadi Pameran Koperasi dan UKM Festival. "Kita ingin membuat nama festivalnya memakai bahasa Indonesia," ujar Deputi Bidang Pemasaran dan Jaringan Usaha Kementerian Koperasi dan UKM, Neddy Rafinaldy Halim, di Jakarta, akhir pekan kemarin. Rencananya acara Pameran Koperasi dan UKM Festival yang ke-10 tahun ini akan digelar mulai besok, pada 6-10 Juni 2012 bertempat di Smesco Tower, Gatot Soebroto, Jakarta Selatan. Tema yang diangkat dari festival tahun ini adalah Ragam Pesona Karya Kreatif Nusantara dengan tagline Produk Koperasi dan UKM Ragam Kreasi Kaya Inovasi. Pameran ini akan diikuti oleh 489 pelaku KUKM dan akan terpilih binaan dari 33 provinsi dan Kabupaten dan Kota. ”Produk unggulan desa dari daerah ditampilkan semua, 33 produk dari daerah, selain itu menampilkan Paviliun icon melibatkan sektor lain teman-teman dari Kemeneterian Hukum dan Ham," ujar Neddy. Selain Kementerian Hukum dan HAM, dalam festival nanti akan memberikan sebuah booth khusus untuk menampilkan karya-karya produk unggulan milik narapidana dari 33 provinsi. "Kami memberikan slot untuk napi-napi kita, ternyata mampu memotivasi manajemen rutan untuk berpikir keras bagaimana caranya mengkreasi untuk selama mereka dalam pembinaan melakukan usaha-usaha produktif. Tentu ini bagian dari kerjasama kita untuk lintas sektor, tidak hanya saat warming up,"jelas Neddy. Sementara terkait omzet penjualan, pameran tersebut ditargetkan mencapai Rp15 miliar khusus dari order buyers atau meningkat sekitar 3,9% dibandingkan kegiatan sama pada 2011. Neddy mengatakan itu merupakan target realistis, karena setiap tahun terjdi peningkatan tren permintaan pasar terhadap produk unggulan koperasi dan UKM (KUKM). ”Pada tahun lalu total omzet pameran termasuk transaksi hasil ritel mencapai Rp28 miliar. Pada tahun ini khusus untuk omzet ritel saja kami harapkan bisa mencapai Rp1 miliar per hari,” pungkasnya.(aseng)

Sabtu, 14 April 2012

Mobile Broadband Telkomsel  Solusi Komunikasi Saat Bencana

Mobile Broadband Telkomsel Solusi Komunikasi Saat Bencana

Kondisi alam dan cuaca di Indonesia tidak menjadi kendala bagi Telkomsel sebagai operator telekomunikasi selular paling Indonesia, untuk menyatukan negeri. Dalam kondisi gempa sekalipun layanan internet atau mobile broadband dapat tetap dinikmati pelanggan dengan adanya berbagai inovasi teknologi sebagai langkah preventif yang dilakukan Telkomsel.

Head of Corporate Communication Division Telkomsel, Ricardo Indra mengatakan, “Telkomsel memperhatikan aspek geografis Indonesia dalam menggelar jaringannya seperti faktor cuaca, alam, dan kondisi lingkungan setempat yang sangat beragam. Kami melakukan berbagai terobosan dalam mengimplementasikan teknologi selular, termasuk inovasi dalam layanan internet saat menghadapi kondisi darurat.”

Mengantisipasi kondisi bencana alam yang sering terjadi di daerah Sumatera, Telkomsel menggunakan backbone transmisi fiber optic Ring Jasuka (Jakarta – Sumatera – Kalimantan). Backbone tersebut mempunyai Ring Proteksi sehingga dapat menjaga kualitas jaringan dimana pada saat salah satu kota terkena bencana maka kota-kota lain tidak akan terganggu.

Dari sisi infrastruktur, Telkomsel telah menerapkan desain bangunan tahan gempa pada Telkomsel Telecomunication Center atau TTC yang menjadi pusat pengendali jaringan di wilayah layanan Telkomsel. Sementara dari sisi sistem, mekanisme redundancy (duplikasi komponen kritis dan fungsi dari suatu sistem dengan tujuan meningkatkan kehandalan sistem saat terjadi gangguan) untuk transmisi dan power supply sudah mulai diterapkan dibeberapa lokasi. Untuk mempercepat proses recovery, Telkomsel telah menyiapkan Mobile BTS yang biasa disebut COMBAT (Compact Mobile Base station) yang selalu siaga di daerah bencana menggantikan BTS yang tidak berfungsi karena bencana alam.

Padatnya traffic telepon dan SMS di lokasi bencana menjadi sebuah kendala bagi pelanggan di daerah bencana, hal ini menjadi tantangan Telkomsel dalam menjaga kualitas layanan internet terlebih di saat gempa. Kemudahan akses layanan internet menjadi prioritas sebagai alternative di saat terjadi blocking untuk melakukan panggilan maupun SMS. Sehingga pelanggan tetap data berkomunikasi melalui email, meng-upadate status melalui social media bahkan mengetahui situasi terkini melalui browsing internet.

Telkomsel konsisten membangun Indonesia melalui jaringan selularnya dimana saat ini terdapat 46 broadband city dan ditargetkan menjadi 100 broadband city pada tahun 2012 ini. "Hal ini merupakan kontribusi kontrit Telkomsel terhadap negara, termasuk menyiapkan infrastruktur selular yang dapat digunakan masyarakat di saat darurat," tambah Ricardo Indra.

Menyadari bahwa pasar selular di Indonesia telah mencapai tahap maturity dengan total pelanggan selular yang mencapai 250 juta di tanah air. Telkomsel telah berupaya meningkatkan serta mengembangkan layanan data dan layanan nilai tambah (Value Added Service) sejalan dengan gaya hidup digital (digital lifestyle) yang lebih modern dan sarat teknologi informasi yang inovatif. “Broadband telah bergeser menjadi layanan dasar (basic service) bagi pelanggan. Di Telkomsel, kami fokus pada peningkatan pengalaman pelanggan dalam menggunakan layanan komunikasi selular di luar layanan dasar suara dan SMS dengan menyiapkan infrastruktur yang merupakan hal penting dalam penyediaan akses layanan data secara optimal agar pelanggan lebih nyaman berselancar, mengunduh, maupun mengunggah data. Hal ini tentu saja akan membuat pelanggan kami menjadi bagian dari komunitas digital (digital society),” papar Sarwoto Atmosutarno, Direktur Utama Telkomsel di acara konferensi World Association of Newspapers and News Publishers (WAN-IFRA) 2012 di Bali.

Masyarakat digital (digital society) tumbuh seiring dengan pesatnya perkembangan Teknologi Informasi & Komunikasi saat ini, dan pada tahun 2020 mobile akan menjadi kendaraan utama yang menghubungkan 1,7 miliar perangkat nirkabel di Indonesia. “Sebagai penyedia layanan telekomunikasi seluler terbesar di Indonesia yang memiliki portfolio di setiap channel komunikasi (SMS, MMS, voice based, internet based, cell broadcast, USSD based, application based, video based), Telkomsel siap untuk menjadi platform provider yang mampu menjawab tren mobile broadband yang terus tumbuh dan kebutuhan pasar terhadap bisnis gaya hidup digital berbasis ponsel atau mobile based digital lifestyle business,” tambah Sarwoto. (hms)

Senin, 09 April 2012

Pameran Fesyen & Aksesoris Targetkan Rp 6 M


Kementerian Koperasi (Kemenkop) dan UKM melalui Deputi bidang Pemasaran dan Jaringan Usaha kembali menggelar pameran bertajuk Fesyen & Aksesoris Expo 2012 IV, di gedung SME Tower, kawasan Gatot Soebrotop, Jakarta Selatan, pada 11-15 April 2012. Kemenkop dan UKM menargetkan nilai transaksi naik dari Rp 4 miliar, pada 2011 menjadi Rp 6 miliar. Ini karena ditopang target jumlah pengunjung sebanyak 6000 atau seribu per hari. Jumlah ini naik disbanding tahun 2011 sebanyak 4500 pengunjung.
Deputi bidang Pemasaran dan Jaringan Usaha, Neddy Rafinaldy Halim mengatakan, walaupun hasil nilai transaksi pada 2011 ditunjang moment menjelang Lebaran dan tren fesyen baju muslim sedang tinggi-tingginya hingga terkenal di mancanegara. Tapi Neddy menepis target nilai transaksi pada pameran tahun ini tidak realistis. Apalagi dihadang ancaman kenaikkan harga bahan bakar minyak (BBM). Menurut dia, setiap pameran sangat dipengaruhi oleh tema. Tahun ini, pihaknya mengangkat tema “fesyen cantik,aksesoris unik”. Ini beda dengan tahun sebelumnya yang mengangkat tema tentang busana muslim.
“Saya kok yakin, nilai transaksi akan ditentukan oleh tema. Seperti sekarang tema fesyen cantik aksesoris unik. Artinya terbukti UKM banyak dan tak henti-henti berkreasi dan melakukan inovasi produknya. Jadi kebutuhan pasar selalu diantisipasi olehpara pelaku UKM. Buktinya setiap pameran selalu pelaku UKM mengetengahkan produk-produk fesyen dengan tema yang selalu berubah-ubah,” kilah Neddy Rafinaldy Halim kepada wartawan di gedung Kemenkop dan UKM, kawasan Kuningan, Jakarta, kemarin.
Lebih jauh Neddy mengharapkan, pameran ini menjadi media untuk mengembangkan produk fesyen dan aksesoris Indonesia sekaligus media informasi seputar perkembangan tren mode terkini dan juga diharapkan menciptakan jejaring bisnis di antara komunitas fesyen dan aksesoris Indonesia melalui pertemuan bisnis antara para desainer dengan investor, departemenstore, dan buyer local lainnya. “Pameran ini diikuti 152 peserta UKM, termasuk dari UKM daerah yang akanm enampilkan produk unggulan daerah masing-masing. Sebenarnya, peserta ini membludak. Tapi kami tolak karena keterbatasan gedung menerima both. Maksimal hanya 160 both saja. Ini juga menunjukkan trennya lagi bagus. Maka wajar kamimenargetkan nilai transaksi naik hingga Rp 6 miliar,” harap Neddy didampingi desainer dan pengusaha fesyen dan aksesoris Tuti Khalid.
Di bagian lain Neddy mengungkapkan bahwa produk fesyen tercatat sebagai penyumbang terbesar ekspor ekonomi kreatif dengan nilai total 61,13 persen dari keseluruhan nilai ekspor tahun 2010. Namun saying Neddy tidak mendapatkan data pasti sumbangan khusus dari Kemenkop dan UKM. Itu adalah angka akumulasi dari data BPS (Badan Pemusatan Statistik). “Kontribusi terhdap nilai ekspor nasional mencapai 5,96 persen dengan nilai rata-rata nilai ekspor sebesar Rp 53,94 persen dan tahun 2010, produk fesyen tercatat nilai ekspornya mencapai Rp 72 triliun. Ini begitu jauh kenaikkannya,” pujinya.
Demikian juga dari sisi penyerapan tenaga kerja dan lapangan usaha, menurut Neddy, dalam periode 2002-2010, fesyen juga m endominasi sector ekonomi kreatif. Yaitu rata-rata sebesar 54,32 persen dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 4,13 juta orang atau 4,22 persen terhadap tingkat partisipasi terhadap tenaga kerja nasional. “Indikasinya dari mudahnya tumbuh pelaku-pelaku UKM, seperti dari ibu-ibu arisan yang membuka usaha kerudung atau aksesoris lainnya. Ini selain menambah pendapatan penghasilan, tapi membuka lapangan pekerjaan baru,” pungkasnya. (ipo)

Jumat, 23 Maret 2012

Kementerian Pariwisata & Ekonomi Kreatif Kembali GELAR ICMITM KE-5

Kementerian Pariwisata & Ekonomi Kreatif Kembali GELAR ICMITM KE-5

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemparekraf) bekerjasama dengan Bank Danamon American Express Corporate Card akan menyelenggarakan kegiatan ICMITM (Indonesia Corporate Meeting & Incentive Travel Mart) 2012. Ini merupakan ajang business travel mart terbesar di Indonesia yang akan memberikan sekitar 8 ribu peluang one on one business appointment khususnya bagi industri MICE di Indonesia. ICMITM akan digelar di Medan sebagai salah satu destinasi tujuan MICE di Indonesia dari tanggal 8-12 Mei 2012.
Acara ini merupakan agenda tahunan dan kerjasama Kemparekraf dengan Bank Danamon American Express kali ini telah memasuki tahun ke-5. ICMITM akan mempertemukan lebih dari 100 perusahaan-perusahaan multinasional yang merupakan klien korporasi Bank Danamon American Express dari dalam maupun luar negeri (Singapura, Malaysia, Filipina, India dan Cina), dengan para penyedia jasa meetings & incentive travel di Indonesia selama 4 hari dalam sebuah forum business to business yang dirancang khusus dan dinamis.
ICMITM tahun ini terselenggara berkat dukungan proaktif dari pemerintah Kota Medan yang bersedia menjadi tuan rumah, dalam rangka mempromosikan “Green and Creative Tourism - Visit Medan Year 2012”, serta upaya memajukan industri MICE dan pariwisata di destinasinya. Kegiatan ini akan diselenggarakan di Santika Premiere Dyandra Hotel & Convention Centre Medan yang belum lama ini diresmikan.
Berbekal pengalaman dari penyelenggaraan kegiatan sebelumnya di Bali, Yogyakarta, Lombok dan Manado, ICMITM mampu memberikan dampak positif yang cukup besar yang dirasakan langsung maupun tidak langsung bagi destinasi penyelenggara maupun perkembangan MICE di tanah air.
Direktur Konvensi, Insentif dan Pameran, Kemparekraf, Berman Lubis mengatakan, corporate market adalah pasar yang menjanjikan. Dalam kondisi krisis sekalipun, mereka akan tetap membutuhkan tempat (venue) untuk melakukan pertemuan. Berman menambahkan pasar MICE secara ekonomi juga lebih menguntungkan baik dari sisi kualitas maupun kuantitas. Umumnya, kata dia, wisata MICE pelaksanaannya lebih terorganisir dengan dana yang cukup besar. Ke depan, harapnya, ICMITM akan terus berlanjut sebagai bentuk komitmen pemerintah untuk memfasilitasi networking antara sellers Indonesia dengan para corporate buyers.
Dessy Masri, Executive Vice President Card Business Head Danamon mengatakan, Danamon American Express Corporate Card dengan senang mengundang dan memfasilitasi para klien untuk datang dan menyaksikan acara business travel mart ini. Dengan berkembangnya fasilitas dan pilihan, Indonesia telah menjadi salah satu pemain dunia di bidang MICE. Hal ini tercermin dari jumlah ruang konferensi dan jumlah hotel yang terus bertambah setiap tahunnya, sehingga Indonesia menjadi salah satu tempat yang ideal untuk penyelenggaraan MICE. Pengunjung akan mendapatkan penawaran yang berkualitas di bidang travel/hospitality dan memungkinkan mereka untuk menentukan pilihan destinasi MICE di Indonesia dari 100 mitra bisnis. (tim)

Sabtu, 17 Maret 2012

Dekranas Rayakan HUT ke-32 dengan Pameran Perajin

Ketua Panpel, Inggrid Kanzil didampingi Trisna Jero Wacik (kanan) memberi penjelasan pada wartawan soal rencana pamerannya.

Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) akan menggelar pameran kerajinan dari seluruh anggota Dekrasnas daerah maupun binaan BUMN, Kementerian terkait, dan perusahaan-perusahaan melalui program CSR masing-masing, di gedung SME Tower, Gatot Soebroto, Jakarta, mulai 20-22 Maret 2012. Pameran yang lebih memprioritaskan karya-karya pengrajin kawula muda ini dalam rangka memeriahkan hari ulang tahun (HUT) Dekranas ke-32, yang jatuh setiap tanggal 2 Maret.
Ketua Panitia Pelaksana HUT Dekranas, Inggrid Kanzil Syarif Hasan mengatakan, pameran ini memilih tema Memacu Kreatifitas dan Produktifitas Perajin untuk Meningkatkan Daya Saing. Tema ini sebagai tindak lanjut dari pelaksanaan pameran tahun sebelumnya yang sukses. Karena itu, program-program Dekranas terkait itu ikut ditingkatkan dan lebih meluas sampai ke pelosok daerah.
Kesuksesan tahun sebelumnya terlihat dari hasil nilai transaksi yang mengalami kenaikkan. Dari sebanyak 60 both dan 20 UKM berhasil membukukan sebesar Rp 2,5 miliar dari Rp 2 miliar pada tahun sebelumnya. Tahun ini, Dekranas menargetkan sebesar Rp 3 miliar. Diakuinya target tidak melonjak karena memang kondisi transaksi hamper tidak jauh bergeser dari tahun ke tahun. Justru supaya tidak turun, kata Inggrid,panitia menambah jumlah both menjadi 80 both dan puluhan stand kuliner.
“Dekranas berupaya mengangkat kesejahteraan perajin. Karena itu, kami buat program bernama Gerakan Indonesia Berserri (Bersih, Sehat, Ramah Lingkungan, Rapih, dan Indah, red) yang digagas Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Kebersihan adalah cermin daria kemajuan peradaban suatu bangsa,” papar Inggrid Kanzil kepada wartawan didampingi Trina Jero Wacik dan Dewi Mallarangeng bersama pengurus Dekranas lain di gedung SME Tower, kawasan Gatot Soebroto, Jakarta, kemarin.
Program ini mengambil contoh kampong perajin di Kelurahan Baqa dan Kelurahan Mesjid di Kecamatan Samarinda, seb erang Provinsi Kalimantan Timur. “Ada harapan lebih dari program ini, yaitu Samarinda menjadi daerah tujuan wisata selain menjadi lokasi investasi hasil buminya, lokasi perajin tenun. Makanya, daerah ini dijadikan percontohan yang nanti, Dekranas akan mencari tempat lain. Tempat ini kami temukan berdasarkan survei dan studi lokasi,” papar Inggrid, istri Menteri Koperasi dan UK M Syarif Hasan.
Wakil Ketua Panitia Pelaksana Trisna Jero Wacik menambahkan, produk perajin kita begitu bervariasi dan aneka macam, tapi kualitas desain dan modelnya masih terlihat itu-itu saja. Walaupun memang ada sebagian trader-trader tertentu yang mengarahkan desain dan modelnya. “Karena itulah, kita ingin perajin maju. Kalau produk kerajinan sudah bagus dan menjadi ikon bangsa, maka tinggal desain dan model ditingkatkan. Tak hanya itu, mereka butuh promosi dan pemasaran untuk menjualnya. Maka inilah yang dilirik trader,” imbuh Trisna.
Ketika ditanya soal trader yang justru menguntung trader sendiri ketimbang perajin dan akhirnya perajin pun merasa ketergantungan dengan trader daripada berusaha menjual sendiri, Trisna mengatakan, itu bagian dari konsekwensi. Karena trader perlu ongkos untuk transportasi dan membayar gaji pegawai atau stafnya. “Memang perajin bukan pedagang, bukan desainer, dan bukan ahli manajemen. Mereka hanya orang-orang terampil yang khusus diajarkan orangtua mereka secara turun temurun. Sehingga produknya menjadi cirri khas produk budaya. Sering kali mereka tidak tahu menjual dan mau dipromosiikan ke mana setelah dibuat. Bahkan kalau dapat order banyak tidak tahu cari pinjaman. Sekarang bukan jamannya, bikin pakaian adata untuk dipakai sendiri. Karena bias dijadikan lahan penghidupan. Nah, urusan pemasaran adalah trader. Ini menjadi tugas Dekranas untuk mengawasi trader agar jangan sampai perajin mendapat untung sangat tipis. Sehingga membuat perajin pesimis dan
akhirnya beralih profesi atau pekerjaan. Dekranas jug amemfasilitasi akses peminjaman dan member pelatihan membuat proposal dan mengajarkan tentang manajemen. Pokoknya Dekranas bertugas menjadi jembatan bagi perajin dan pemodal,” pungkasnya. (tim)

Minggu, 11 Maret 2012

Erotika: Tubuh, Nafsu Dan Spritualitas

Erotika: Tubuh, Nafsu Dan Spritualitas



Jakarta. ourvoice.or.id – Erotika tidak perlu belajar dari Barat,karena sudah mengakar ada di Nusantara. Erotika di masyarakat Indonesia, ibarat bahan pangan seperti beras,gula atau garam yang dimport dari Barat,padahal sudah ada berabad-abad di Indonesia. Bahkan sebelum kolonial dan agama-agama “import” datang ke bumi Nusantara.
Kira-kira begitu ungkapan Elizabeth D.Inandak, penyair asal Perancis yang menterjemahkan dan menafsirkan kembali sastra Serat Centhini (SC). Karya “ulang” itu diberi judul Centhini,Kekasih Yang Tersembunyi. Melalui karya ini, Elizabeth banyak mendapatkan apresiasi oleh intelektual di Indonesia. Diantaranya mendapatkan anugerah Lietary Prize for Asia (2003) atas karya tersebut. Kali ini Elizabeth untuk kedua kalinya memberikan kuliah umum tentang Centhini di Komunitas Salihara, Jakarta, Sabtu (10/3/2012). Kegiatan ini bagian dari rangkaian kuliah umum di Komunitas Salihara tentang Erotika pada Maret 2012.
Serat Centhini sendiri sastra yang sering dijuluki sebagai karya adiluhunng yang erotik sekaligus mistik (religius). Tembang-tembangnya banyak berisi tentang persoalan seksualitas sampai yang paling intim dan “operasional”. SC ditulis pada masa Pangeran Amangkunegara III yang menjadi Pakubuwono V di Solo (1820-1823 M). Penulisnya tiga orang pujangga, Sastranagara-Ranggasustrasna-Sastradipura. SC terdiri dari dua belas jilid, sembilan buku, 152 tembang dan 4.000 halaman. Semua sudah diterjemahkan dalam bahasa Indonesia.
Cerita dalam SC menampilkan tokoh Amongraga yang menikah dengan Tambanglaras. Sedangkan tokoh Centhini sebagai pendamping atau “pelayan” setia Tambanglaras. Menurut Elizabeth tokoh Centhini sering dianggap “misterius” karena bukan tokoh “besar” dalam cerita SC. Tetapi tokoh Centhini seorang “pelayan” yang sangat abdi, setia dan menampilkan sosok yang penuh dengan “kesempurnaan” dan keserdahanaan sebagai manusia. Mungkin tokoh Centhini sebagai simbol dari semua cerita keseluruhan dalam karya SC.
Selain itu, SC memberi pesan bagaimana menjadi manusia dapat memadukan antara nafsu, syahwat dan spritual menjadi satu kesatuan. Menurut Elizabeth situasi ini disebut dengan “Erotisme tingkat tinggi”. Dimana tidak lagi melihat seksualitas sebagai sesuatu yang kotor, hina dan tidak terjebak pada kepuasan tubuh dan nafsu belaka. Tetapi lepas dari sekat-sekat identitas apapun, termasuk identitas kelamin ataupun orientasi seksual, tegas Elizabeth. Hal ini seperti yang ada dalam tembang 72 SC, Empat Puluh Malam Dan Satunya Hujan. Sang tokoh suami-istri (Amongraga dan Tambangraras) melewati 40 malam dalam kamar pengantin tanpa bersetubuh (penetrasi) yang akhirnya menjadi satu kesatuan.Berikut isu tembangnya ; Dikamar pengantin, angin diam mengembus kandil. Ini malam ke-39. Diranjang bidadari, Amongraga dan Tambangraras tidak lagi melihat ketelanjangan masing-masing maupun jarak pemisah mereka. Tidak ada lagi haluan maupun buritan, raib pula garis batas air.
Dalam empuk hangat kegelapan, mereka merasa makin lebur menyatu tubuh. Mereka saling menjadi yang lain dan pasrah keduanya pada dekapan keremangan. Suara mereka pun mengalir yang satu dalam yang lain dan juga dalam yang kian pasang.(Tembang 72)
Dalam makalah Elizabeth ditegaskan, dari malam ke malam, erotik dan mistik, tasawuf dan Asmaragama berkembang berbarengan sehingga pada akhirnya mistik terbakar oleh api erotika dan erotika terbakar oleh nyala mistik. Dua-duanya musnah. Yang tersisa hanya cahaya. Cahaya sayap-sayapnya sang Eros.

Tembang-tembang SC banyak bercerita tentang hubungan seksual dari mulai hal yang “liar” dari seksualitas perempuan sampai praktek hubungan seksual sejenis. Sehingga dari pengalaman Elizabeth ketika melakukan riset tentang SC untuk memintah bantuan para tasawuf/tokoh agama Islam di Jawa, para ulama keberatan ketika diminta mentejemahkan bagian tembang SC khususnya cerita-cerita tentang seksualitas yang dianggap terlalu vulgar pada konteks kekinian.
Ini beberapa tembang yang dianggap sangat vulgar dan sangat “operational”;…Jayengraga (laki-laki) berkata kepada Banem (perempuan): ” Karena kamu yang mau, lakukan sesukamu.” Mendengar ucapan itu jantung Banem berdegup, tak pernah seorang laki-laki mempertaruhkan diri kepadanya. Ia menyingkap sarung Jayengraga dan memegang zakarnya, besar dan panjang walau masih menggelantung. Ia belum pernah melihat barang seaneh itu. Banem bertanya kepada Jayengraga : ” Dan sekarang, apa yang harus kulakukan?”. “Wah! Aku tidak tahu. Yang kepingin yang memimpin.” Jawab Jayengraga. (Tembang 127)
Selain itu masih ada tembang yang bercerita praktek hubungan sejenis; …..Cebolang (laki-laki) berkata: “Kutunggu petunjukmu.” Seorang Warok berkumis menyuruhnya menanggalkan sarungnya, ia menggenggam batang Cebolang dan mengelusnya tanpa henti melancarkan rayuan gombalnya. Cebolang terpesona karena batangnya cepat mengeras ditangan wangi sang Warok : ” Selama hidup belum pernah kulihatnya begitu besar!” Sang Warok menyodorkan pinggulnya yang lebih luwes. Kemudian Cebolang menghunjamkan lingganya yang bimbang ke dalam gua tempat bergema ketidakmampuan sang macan dan ejekan rebana reog. Semua bersetubuh seperti kucing jantan dan betina…. (Tembang 48)
Bahkan adegan sejenis antara Cebolang dengan seorang Adipati juga digambarkan dalam karya SC ini ; Adipati membisikan dengan menggelitik kepada Cebolang; “Aku ingin tanya kepadamu, mana yang lebih nikmat, menunganggi atau ditunggangi? Bedanya gimana?” Cebolang menjawab tertawa: “Sesungguhnya, perbedaannya sangat besar, lebih nikmat yang ditunggangi, tiada bandingnya. Bila yang memasukannya pintar, nikmatnya menjalar ke seluruh tubuh, dari dasar bol ke semua saraf otak yang kepayang. Seluruh nadi silau detaknya jantung dan bahkan sumsum di tulang gemetar. Daging membara dan orang dapat merasakan tubuh nurnya. Adipati tampak tergoda: “Benar yang kamu katakan? Ayo kita buktikan omonganmu!” Cebolang membujuknya dengan kata-kata lembut sambil meraba tebing-tebing curam duburnya. Sang Adipati bagai terguna-guna, lupa ia pria, merasa menjadi perempuan, sarungnya melorot, batang Cebolang kerja keras menerobos jalan masuknya. Ia lalu membaca salah satu rapal konyol rahasianya. Zakarnya semakin mengeras dan akhirnya amblas ke lubang yang disodorkan itu. Si Adipati terloncat, pandangan nanar, semua terasa berputar. Cebolang menyogoknya hingga ambang diri. Adipati berteriak: “Sudah! Jangan! Cukup! Tarik kembali lelemu dari jambangku!” (Tembang 52)
Begitulah beberapa isi tembang dalam SC yang dinilai sangat sensual dan erotis. Sehingga jika kita membacanya sepotong-potong dan tidak dikaitkan secara menyeluruh pesan karya ini, maka akan terkesan ini sebuah karya yang “porno”. Hal ini juga ditegaskan oleh Elizabeth, bahwa membaca karya SC tidak boleh hanya mengambil adegan-adegan “seksualnya” saja. Tetapi harus melihat makna keseluruhan yang memadukan antara nafsu dan mistik. Sehingga melahirkan “erotika tingkat tinggi” yang melepas dari sekat apapun. Seksualitas berpadu dengan spritualitas menjadi Eros, ungkap Elizabeth dalam buku tersebut.
Kita bisa bayangkan ketika tembang-tembang SC ini dihadapkan pada Undang-Undang No 44 Tahun 2008 tentang Pornografi pasal 1, meyebutkan: Pornografi adalah gambar, sketsa, ilustrasi, foto, tulisan, suara, bunyi, gambar bergerak, animasi, kartun, percakapan, gerak tubuh, atau bentuk pesan lainnya melalui berbagai bentuk media komunikasi dan/atau pertunjukan di muka umum, yang memuat kecabulan atau eksploitasi seksual yang melanggar norma kesusilaan dalam masyarakat.
Dari definisi itu, bagaimana nasib tembang-tembang itu yang merupakan karya tulisan? Apakah kemudian karya besar itu akan dianggap sebagai barang pornografi?
Sepertinya para pembuat UU pornografi lupa akan kesejarahan bangsa sendiri. Sekarang ini, kita seperti dihadapkan pada soal ajaran Islam yang “buta”. Padahal jelas dalam SC memaduhkan pendidikan sex dan seni bercinta dalam konteks ajaran Islam serta budaya Jawa (yang banyak dipengaruhi oleh ajaran Hindu dan Budha).
Pesan utama karya SC, yang paling penting dalam melakukan hubungan sex harus dijunjung tinggi kesetaraan, keadilan, bukan hubungan seks yang eksploitatif. Sehingga pelecehan seksual, pemaksaan hubungan sex, pemerkosaan diruang publik maupun private bukan erotika yang diajarkan dalam karya SC ini. Alasan itulah SC ini dinilai sebagai karya sastra yang sangat adiluhung.
Karya SC ini juga pernah diteliti oleh Dr. Mohammed Rasjidi dalam disertasinya berbahasa Perancis, jika diterjemahkan dalam bahasa Indonesia berjudul Pertimbangan Kritis Dalam Centhini (1956). Sayangnya penelitian itu belum diterjemahkan dalam bahasa Indonesia. Rasjidi sendiri pernah menjadi menteri agama pertama RI masa pemerintahan Soekarno. Menurut Elizabeth, walau Rasjidi sendiri banyak tidak setuju makna didalam SC, tetapi melakukan kritis dan dialog dengan isi SC merupakan sikap yang sangat bijaksana.
Sepertinya kita (masyarakat Indonesia) mulai “mengingkari” kebudayaan, sejarah seksualitas di Nusantara Indonesia. Malu mengakui akan sejarah dan kebudayaan sendiri. Indikasinya banyak lahir kebijakan ditingkat nasional maupun daerah yang selalu menampilkan seksualitas manusia sebagai sesuatu kotor sehingga layak diredam. Lagi-lagi budaya Barat selalu dijadikan “kambing hitam” atas “kekotoran” erotika itu. Padahal sejarah budaya Barat penuh dengan moralis dan peredaman Erotika dan Mistik, berbeda dengan budaya Nusantara.
Dan yang paling ironis, kita sebenarnya sedang mengingkari kebertubuhan diri sendiri, sebagai manusia sensual sekaligus spritual. Padahal dua hal itu sesuatu yang sangat intim ada dalam diri manusia, apapun bentuk dan namanya. Mudah-mudahan dengan diangkat kembali karya besar SC ini dapat menjadi bahan renungan bagi setiap orang tentang makna Erotika, sex,tubuh dan spitualitas. (Hartoyo/jurnal todopoli)